11 Kasus Mutilasi yang Pernah Terjadi di Indonesia, Manajer HRD hingga Ryan Jombang
Selain kasus mutilasi terhadap Manajer HRD tersebut ada beberapa kasus mutilasi sadis yang menggemparkan Indonesia.
Polisi pun sudah menyebar foto wajah korban dan sidik jarinya. Namun, sampai saat ini misteri mutilasi tersebut belum dapat terpecahkan.
Dari hasil pemeriksaan, dinyatakan jika korban mutilasi itu merupakan seorang laki-laki muda berusia 18 hingga 21 tahun. Dengan ciri-ciri tinggi 165 centi meter, tubuh tegap, agak gemuk, dan memiliki tahi lalat di beberapa bagian tubuh.

2. Ryan Jombang, memutilasi 11 korban
Kasus yang melibatkan Very Idham Henyansyah atau lebih dikenal Ryan Jombang ini menjadi sebuah kasus yang sangat bersejarah di Indonesia. Bagaimana tidak, Ryan merupakan salah seorang yang tega menghabisi 21 nyawa dan memutilasinya.
Dari hasil penyidikan, ada beberapa alasan yang mendorong Ryan membunuh serta memutilasi korbannya. Motif pertama adalah faktor ekonomi, dan motif ke dua adalah faktor cemburu.
Pada motif pertama, Ryan mengaku telah memutilasi 10 korbannya dan menguburnya di halaman belakang rumah orang tuanya di Jombang.
Kasus pembunuhan disertai mutilasi itu dilakukan Ryan dalam kurun waktu 2006 sampai 2008. Sementara kasus yang membuatnya tertangkap adalah ketika potongan tubuh Heri Santoso ditemukan di dekat Kebun Binatang Ragunan.
Diketahui, Ryan menghabisi nyawa Heri lantaran cemburu dengan cara ditusuk dan dipukul kepala menggunakan tongkat besi sebelum akhirnya dipotong menjadi beberapa bagian. Kasus mutilasi ini sungguh sangat menghebohkan dan membuat publik sangat tercengang.
3. Rumiyati, memutilasi suaminya akibat cemburu
Akhir 2008, publik digegerkan dengan penemuan 8 kantong plastik hitam dalam bus yang berisi potongan tubuh manusia. Korban yang diketahui bernama Hendra ternyata dibunuh oleh istrinya sendiri yakni Rumiyati dengan motif cemburu.
Setelah memukul kepala Hendra sampai tewas, Rumiyati dengan sadis mencincang tubuh suaminya menjadi 13 bagian. Untuk menghilangkan jejak, Rumiyati menempatkan potongan tubuh suaminya dalam 8 kantong plastik, yang ditaruh secara terpisah di bus Primajasa, bus Prima Asli, dan bus patas Mayasari.
Satu kantong berisi kepala ditaruh di belakang kursi kemudi taksi berwarna putih.
Pembunuhan dengan disertai mutilasi itu dia lakukan lantaran merasa sakit hati sering mendapat perlakuan kasar dari suami.
Selain itu ia merasa cemburu karena suami lebih memperhatikan istri pertamanya yang ada di Lampung. Dia pun merasa sakit hati karena sering mendapat hinaan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tersangka-berinisial-daf-dan-las-diperlihatkan-saat-konferensi-pers-pengungkapan-mutilasi.jpg)