11 Kasus Mutilasi yang Pernah Terjadi di Indonesia, Manajer HRD hingga Ryan Jombang
Selain kasus mutilasi terhadap Manajer HRD tersebut ada beberapa kasus mutilasi sadis yang menggemparkan Indonesia.
Dalam pengakuannya, Sri Rumiyati menyampaikan jika ia membunuh suaminya menggunakan batu koral yang ia jatuhkan pada Hendra saat suaminya tersebut tertidur.
Sempat bergerak saat terkena benturan batu pertama, Sri Rumiyati kemudian kembali menjatuhkan batu itu untuk ke dua kalinya hingga akhirnya Hendra benar-benar kehilangan nyawanya.
4. Babe Baekuni, Mutilasi Anak Jalanan
Kasus memilukan berikutnya adalah mutilasi yang berhasil diungkap pada 2010 lalu. Pelakunya dikenal sebagai Baekuni alias Babe yang sering berkutat dengan anak jalanan. Dia dikenal sebagai pembunuh sadis, karena telah menghabisi 14 nyawa sejak 1993.
Babe sengaja menghabisi nyawa anak-anak tersebut dengan cara dijerat menggunakan tali sampai lemas. Itu ia lakukan karena anak-anak tersebut menolak untuk disodomi. Bahkan dari salah satu korbannya, Babe tega menyodomi meski korbannya telah meninggal dunia.
Baru setelah itu Babe melampiaskan hasratnya dengan memotong bagian tubuh korbannya. Kemudian bagian tubuh tersebut ia buang ke beberapa tempat.
Babe sendiri ditangkap oleh pihak berwajib pada 9 Januari 2010, sehari setelah potongan jasad Ardiansyah di Jembatan BKT Cakung, Jakarta Timur.
5. Agus, memutilasi kekasihnya yang sedang hamil
Kasus mutilasi menghebohkan dan terbilang sangat sadis berikutnya adalah mutilasi yang menimpa Nur Atikah.
Tersangka yang tega melakukan aksi keji itu adalah kekasihnya sendiri, Agus alias Kudmayadi. Peristiwa memilukan itu terjadi di Tangerang pada 2016 silam.
Aksi keji itu dilakukan Agus lantaran ia terus didorong untuk menikahi kekasihnya yang tengah hamil tersebut. Karena merasa kesal, Agus akhirnya membunuh korban dengan cara dicekik.
Agus yang diketahui memiliki anak dan istri di Surabaya itu kemudian memilih memutilasi tubuh kekasihnya untuk menghilangkan jejak.
6. Petrus Bakus, polisi yang menghabisi anak kandungnya
Masih di tahun yang sama, kasus memilukan terjadi di Kompleks Asrama Mapolres Melawi, Gg Darul Falah, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, Jumat (26/2/2016) dini hari.
Seorang polisi berpangkat Brigadir, Petrus Bakus, tega menghabisi nyawa ke dua buah hatinya yang masih berusia empat dan tiga tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/tersangka-berinisial-daf-dan-las-diperlihatkan-saat-konferensi-pers-pengungkapan-mutilasi.jpg)