Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Opini

Tunda Pilkada, Tunda Kapan?

Penundaan Pilkada boleh saja, baik saja. Tapi melakukan itu tanpa melakukan evaluasi mendalam dan memetakan letak persoalannya

Editor: Aldi Ponge
Tribunnews.com
Kepala Humas PGI, Jeirry Sumampow 

Penulis Opini Adalah Jeirry Sumampow, Koordinator Komite Pemilih Indonesia

TRIBUNMANADO.CO.ID - Setelah pendaftaran pasangan calon lalu, tuntutan penundaan Pilkada Serentak 2020 makin kencang.

Semakin banyak kalangan kini menyuarahkannya, mulai dari kelompok pegiat pemilu, lembaga negara sampai kepada kelompok keagamaan.

Bagi kami, terlalu cepat kita menuntut penundaan Pilkada, tanpa melihat seberapa serius upaya kita dalam mengantisipasi dampaknya.

Cara ini terkesan terlalu pasrah dan ingin menghindar dari kenyataan.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey Hadiri Perayaan HUT Sejumlah Gereja di Bitung:

Kabar Gembira, Subsidi Gaji Bakal Dicairkan Besok, Menaker: Iya Penyaluran akan Disalurkan Selasa

 

Tentu keselamatan rakyat penting sekali jadi perhatian. Bagi kami, itu harus jadi perhatian paling tinggi.

Dan ini juga jadi fokus ketika, di bulan Juni lalu, mengambil keputusan sebagai bangsa untuk tetap melaksanakan Pilkada Serentak tahun ini.

Pertanyaannya apakah perhatian itu sudah kita laksanakan dengan baik?

Di sini perlu ada evaluasi untuk melihat dimana letak persoalannya. Bukan dengan buru buru mengusulkan penundaan Pilkada.

Penundaan Pilkada boleh saja, baik saja. Tapi melakukan itu tanpa melakukan evaluasi mendalam dan memetakan letak persoalannya, merupakan sikap dan tindakan yang terlalu terburu-buru.

Karena itu, merespon wacana penundaan Pilkada yang digulirkan oleh beberapa kalangan, kami ingin mengemukakan beberapa hal.

1. Cara kita menangani persoalan memang cenderung cari gampang. Bukan lihat dan dalami persoalan lalu cari solusi, tapi cenderung mencari kambing hitam.

Ini terjadi mulai dari persoalan yang sifatnya remeh-temeh sampai persoalan yang serius dan rumit.

Kami menilai bahwa cara inilah yang terjadi dalam kasus tuntutan penundaan Pilkada. Jika begini, memang bakal repot terus ke depan, tak akan ada kepastian.

2. Tak tepat jika Pilkada dijadikan kambing hitam kegagalan kita dalam menangani penyebaran covid-19.

Sumber: Tribun Manado
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved