Cerita 3 Biduan AS Pecinta Musik Tradisional Indonesia, Mahir Dangdut, Keroncong, dan Nyinden
Megan Colleen O’Donoghue pernah berkolaborasi dengan Titiek Puspa dan grup band Sheila On 7.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kesenian tradisional Indonesia menjadi daya tarik bagi sebagian warga di Amerika Serikat. Beberapa di antara mereka bahkan mempelajari dan mahir menampilkannya.
Gamelan, satu di antara instrumen seni musik tradisional Indonesia yang banyak dipelajari di berbagai institusi dan universitas ternama Amerika, seperti Wesleyan, University of California, Berkeley, Cornell, Yale, dan Harvard.
Mengutip warta Voice of America, Rabu (03/08/2020), Andrew McGraw, dosen Etnomusikologi di University of Richmond, Virginia, bahkan menyebut, “gamelan menjadi satu tanda atau simbol eksklusif” dari sebuah kampus di Amerika.
Tidak mengherankan kini semakin banyak warga Amerika yang bukan keturunan Indonesia, mahir bermain gamelan, pandai menarikan tarian tradisional Indonesia, bisa menyanyi keroncong, atau bahkan menyinden.
Keunikan Vokal Sinden
Seniman, sekaligus guru musik dan vokal asal Amerika, Megan Colleen O’Donoghue di Santa Cruz, California, adalah salah satunya.
Sejak mengenal gamelan Jawa saat kuliah di Cornish College of the Arts di Seattle, Amerika Serikat, Megan jatuh cinta dengan kebudayaan Indonesia.
“Sebenarnya saya ambil jurusan lagu seriosa, tetapi ada gamelan dan saya jadi tertarik sekali, terus saya gabung di sana,” cerita Megan yang sangat fasih berbahasa Indonesia, kepada VOA belum lama ini.
Setelah lulus kuliah, tahun 2008 Megan meraih beasiswa Darmasiswa dari pemerintah Indonesia, untuk mempelajari karawitan, khususnya kesenian sinden Jawa, di Institut Seni Indonesia di Surakarta, Jawa Tengah. Megan mengaku terpukau akan keunikan suara vokal sinden.
“Tekniknya kok nggak seperti yang aku pernah dengar. Kalau aku dengar agak seperti suara hidung, pertama kali. Karena saya suka sekali belajar teknik vokal, kalau saya dengar suara baru saya pasti penasaran. Saya dengar suara sinden langsung, ‘wow, ini kok beda dari yang lain,’” ujar penggemar gado-gado dan pecel ini.
Setelah terjun lebih dalam ke dunia sinden, ia berkesempatan memamerkan kemahirannya dengan mengadakan pementasan bersama kelompok wayang lokal di berbagai acara, bahkan sempat tampil di layar kaca.
“Beruntung sekali dulu saya kemana-mana di Indonesia. Ke Kalimantan, Sumatra, pasti ke Jawa, ya, karena tinggalnya di sana. Tapi di Jawa Timur yang paling ramai. Di Bali, Jakarta, ya keliling terus pokoknya,” kenang penyanyi yang pernah berkolaborasi dengan penyanyi legendaris Titiek Puspa dan kelompok Sheila on 7 ini.
Selama lima tahun tinggal di Indonesia, perempuan kelahiran tahun 1984 ini menggunakan kesempatan tersebut untuk juga mendalami kesenian wayang dan gamelan.
“Saya orangnya penasaran. Kalau saya tertarik dengan sesuatu, saya pasti mau masuk sampai dalam ya. Jadi saya orangnya totalitas banget. Mungkin karena benar-benar beda, dengan budaya saya. Kalau sudah mencicip nggak bisa berhenti, kalau sudah belajar tentang budaya Indonesia, semua orang pasti langsung jatuh cinta, itu otomatis menurut saya,” ujar penggemar lagu-lagu dangdut dari Rhoma Irama dan Elvy Sukaesih ini.
Menurut Megan, kesenian Indonesia, khususnya Jawa, memiliki keunikan tersendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/seniman-as-penyuka-seni-tradisional-indonesia.jpg)