Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Berita Kotamobagu

Kebakaran di Kotamobagu Sebagian Besar Disebabkan Korsleting Listrik

Korsleting listrik masih menjadi penyebab paling dominan terjadinya kebakaran di Kota Kotamobagu

Penulis: Alpen_Martinus | Editor: David_Kusuma
Tribun manado / Alpen Martinus
Erwin Sugeha 

TRIBUNMANADO.CO.ID, KOTAMOBAGU - Korsleting listrik masih menjadi penyebab paling dominan terjadinya kebakaran di Kota Kotamobagu.

Masalah tersebut disampaikan oleh Erwin Sugeha Kabid Damkar Satpol PP Kota Kotamobagu saat mengikuti webkusi Tribun Jurnal, Kamis (13/8/2020).

Hingga pertengahan 2020, terhitung sudah 9 kali terjadi kebakaran di Kota Kotamobagu, dengan total kerugian mencapai Rp 1 miliar.

"Dominan memang karena korsleting listrik, selain itu faktor kelalaian," ujarnya.

Korsleting listrik juga terjadi banyak lantaran tidak membarui instalasi listrik. Kebanyakan sudah di atas 10 tahun, atau kapasitas kabel melebihi beban.

RSUD Provinsi Sulut Topping Off, Dibangun 11 Lantai Lengkap Helipad

Polres Boltim Ungkap Modus dan Kronologi Penangkapan 3 Tersangka Penggelapan Sepeda Motor

Desa Bilalang Siapkan Wifi Gratis Untuk Siswa, Rafida Senang Belajar

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran dilakukan berdasarkan laporan atau informasi yang masuk ke Posko Damkar, dan biasanya terjadi, laporan lambat masuk, sehingga penanganan pun lambat dilakukan.

Sebab kebakaran, tidak bisa diprediksi kapan akan terjadi dan di mana lokasinya.

"Kalau kami sebenarnya siaga 1x24 jam, mobil terisi penuh air, dan personel selalu siaga, saat ada laporan, langsung bergegas ke lokasi kebakaran, paling lama 15 menit sudah di lokasi setelah menerima laporan, tergantung jarak, itu SOP-nya. Tapi yang membuat kami terlambat biasanya karena laporan lambat masuk ke posko," jelasnya.

IKUTI INSTAGRAM TRIBUN MANADO:

Sehingga saat sampai di lokasi, biasa banyak bagian rumah yang sudah terbakar, apalagi rumah kayu.

"Namun kami berupaya untuk memutus sebaran api agar tidak menyebar ke rumah sekitarnya," jelasnya.

Hingga saat ini memang perlengkapan dan armada Damkar sudah terbilang memadai, namun masih perlu penambahan lagi.

KPK Turun Periksa 63 Kepala SMP yang Mundur Karena Mengaku Diperas

Hore, Gaji 13 ASN Akhirnya Cair

Kendala lain juga biasanya akses masuk ke lokasi."Biasanya kalau kebakaran, banyak kendaraan parkir sembarangan, menghalangi akses masuk," jelasnya.

Untuk meminimalisir terjadinya kebakaran yang bisa terjadi kapan saja tanpa diduga, Sapol PP bidang Damkar mewajibkan tempat usaha atau perusahaan untuk memiliki alat pemadam api.

"Setidaknya ada peralatan tersebut, upaya untuk pemadaman bisa dilakukan sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved