Berita Kotamobagu
Desa Bilalang Siapkan Wifi Gratis Untuk Siswa, Rafida Senang Belajar
Setelah mereka turun ke rumah, ternyata yang menjadi kendala dan beban orang tua adalah data internet.
Penulis: Alpen_Martinus | Editor: Chintya Rantung
TRIBUNMANADO.CO.ID,KOTAMOBAGU - Hari masih pagi, Kamis (13/8/2020), namun di Aula Desa Bilalang 1 Kecamatan Kotamobagu Utara sudah nampak beberapa bocah berseragam duduk rapih di kursi.
Sementara di atas meja, nampak beberapa buku tulis dan buku cetak sudah terbuka.
Ruangan aula cukup luas, bisa menampung ratusan orang.
Sesekali mereka mengutak atik telepon genggam android seperti mencari sesuatu. Tak selang lama, mungkin saat jawaban didapat, mereka mencatat dibuku, menggunakan alat tulis di tangan mereka.
Setelah didekati, dan diwawancarai, ternyata mereka adalah siswa dari beberapa sekolah yang sedang asik mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru atau belajar daring.
"Mata pelajaran agama," kata Rafida Mokoginta siswi kelas 6 SDN 1 Pontodon.
Sudah beberapa hari ini, ia dan beberapa temannya mengerjakan tugas di situ, menggunakan internet yang disiapkan desa. Jam 10 pagi ia datang, dan jam 12 siang ia sudah kembali ke rumah, jika tugas susdah selesai.
Biasanya, seminggu sekali guru mereka datang untuk mengambil hasil kerja siswa, kemudian memberikan kembali soal untuk dikerjakan selama seminggu.
"Kami kerjakan susuai jadwal," kata gadis kecil itu.
Ia membutuhkan internet untuk mencari jawaban dari pertanyaan yang diberikan oleh guru mereka.
"Agak susah juga," jelasnya. Karena masih kecil dan belum memiliki hp android sendiri, ia harus menggunakan milik ibunya.
Rata-rata setiap hari mereka mengerjakan 10 soal.
"Nanti satu kali dikumpul," kata dia.
Tak hanya siswa SD, di situ juga ada siswa SMP dan SMA yang juga ikut mengerjakan tugas dari sekolah.
Memang Desa Bilalang I sengaja menyediakan wifi gratis untuk kebutuhan belajar siswa.
"Sejak pandemi Covid 19, siswa harus belajar daring dari rumah," kata Badaria Mokoginta Sangadi Bilalang I.
Setelah mereka turun ke rumah, ternyata yang menjadi kendala dan beban orang tua adalah data internet.
"Makanya kami tergerak mengadakan internet gratis untuk belajar siswa, agar beban orang tua bisa teratasi, dan uang untuk pulsa data mereka bisa digunakan untuk keperluan primer," katanya.
Namun tetap para siswa ini, diawasi agar tidak main game.
"Sementara ini untuk anak di Bilalang I, tapi tidak menutup kemungkinan dari desa lain juga bisa. Kami juga berencana memasang wifi di beberapa titik," jelasnya.
Kapasitas wifi sekitar 20 Mbps, bisa digunakan sekitar 20 anak atau lebih.
"Saya berharap, anak bisa belajar dengan baik, karena mereka adalah tulang punggung bangsa, karena generasi yang baik akan membawa negara lebih baik, dan sebaliknya generasi terpuruk akan membawa negara juga terpuruk," katanya. (amg)