Harga Cengkeh Turun
Harga Cengkeh Merosot, Herdi: Tak Sebanding dengan Keringat Kami Para Petani
Herdi, petani cengkeh di Tutuyan keluhkan harga cengkeh yang tidak ada kejelasan, di mana menurutnya terus merosot.
Penulis: Siti Nurjanah | Editor: Rizali Posumah
TRIBUNMANADO.CO.ID, TUTUYAN - Petani cengkeh mengeluh karena semakin merosotnya harga cengkeh.
Herdi, petani cengkeh di Tutuyan keluhkan harga cengkeh yang tidak ada kejelasan, di mana menurutnya terus merosot.
"Harga cengkeh saat ini Rp 46 ribu itu tidak sebanding dengan keringat kami para petani," ucapnya, saat ditemui Tribunmanado.co.id, sedang membersihkan hasil petikan cengkeh.
Ia menambahkan, sebelumnya harga cengkeh masih pada kisaran Rp 60 ribu sebelum Idul Adha, namun saat ini semakin merosot.
"Kalau gak dipetik juga sayang, buahnya akan jatuh-jatuh terlebih musih hujan dan angin," ucapnya.
Ia berharap, di masa pandemi pemerintah memperhatikan para petani cengkeh, agar harapan hidup petani dari hasil cengkeh tak pupus begitu saja.
"Bukankah dengan membaikan harga cengkeh saat pandemi juga membantu kami para petani dan buruh cengkeh? Karena dengan harga naik para buruh pun bisa merasakannya."
"Kalau harga merosot begini petani enggan menyewa buruh untuk memetik dan buruh pun susah dicari karena menurut mereka bayarannya murah per liternya," ucapnya.
Keluhan Herdy pun seakan turut mewakili keluhan para petani cengkeh lainnya di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Di mana tak sedikit matapencaharian warga Boltim selain nelayan juga adalah petani cengkeh.
Yeti yang juga petani cengkeh punga keluhan yang sama, di mana harga cengkeh semakin merosot sedangkan harga bahan pokok naik.
"Ya saya berharap pemerintah memperhatikan kami para petani cengkeh, dengan menaikan harga cengkeh, agar kami yang bwrgantung pada hasil cengkeh tidak terus kecewa dengan harga cengkeh kian merosot," ujarnya. (ana)
• Olly Dondokambey Borong Dukungan 6 Parpol, Steven Kandouw Sebut Satu Kata: Dahsyat!