Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Korea Utara Diperkirakan Punya 6 Ribu Sistem Artileri, AS: Bisa Jangkau Hampir Seluruh Korea Selatan

Sistem tersebut diprakirakan dapat menjangkau hampir seluruh bagian Korea Selatan yang padat penduduk.

Editor: Ventrico Nonutu
KCNA via Yonhap dan EPA/ YouTube
Ilustrasi - Kolase Foto Kim Jong Un dan Militer Korea Utara (KCNA via Yonhap dan EPA) 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Korea Utara memiliki sistem persenjataan yang menakutkan.

Dikabarkan serangan militer Korea Utara bisa menyebabkan 200.000 korban.

Tak hanya itu, serangan itu pun hanya membutuhkan waktu satu jam.

Informasi tersebut dirilis oleh RAND Corporation, lembaga penguji atau think tank asal Amerika Serikat.

Diwartakan oleh Yonhap, RAND Corporation melaporkan hasil pengujiannya pada Jumat, (7/8/2020) lalu.

• BACA: Amerika Serikat Tekan Taiwan Berhati-hati Kelolah Hubungan dengan China, Dua Negara Kirim Pasukan

• BACA: Fadli Zon Diprediksi Bertahan di Kepengurusan Gerindra, Pengamat: Fungsinya Menyerang Lawan

Lembaga tersebut juga menjelaskan bahwa saat ini Korea Utara diprakirakan telah memiliki hampir 6.000 sistem artileri.

Sistem tersebut diprakirakan dapat menjangkau hampir seluruh bagian Korea Selatan yang padat penduduk.

Mengejutkan, angka yang dirilis oleh sang think tank belum termasuk dengan serangan senjata nuklir yang dimiliki oleh Korea Utara.

Bahkan jika Korea Utara menggunakan senjata kimia, angka jumlah prakiraan korban bisa menjadi lebih banyak.

ilustrasi Foto Rudal Korea Utara
ilustrasi Foto Rudal Korea Utara (Daily Express)

Pengujian dilakukan dengan lima skenario serangan

Sebelumnya, RAND Corporation melakukan pengujian dari skenario lima jenis serangan yang mungkin dilakukan oleh Korea Utara.

Selain dari prakiraan jumlah sistem artileri yang dimiliki Korea Utara, think tank juga memperhitungkan berbagai faktor dalam pengujian.

Satu diantaranya adalah jumlah populasi daerah target potensial.

RAND Corporation kemudian melakukan perhitungan dari asumsi apakah penduduk di lokasi target sedang berada di dalam atau di luar ruangan.

Termasuk kemungkinan penduduk sedang berada di bangunan bawah tanah seperti stasiun kereta bawah tanah.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved