Berita Sulut
Jaga Inflasi dan Insentif Petani, BI dan TPID Sulut Dorong Digitalisasi Pasar Tradisional
TPID baik provinsi maupun kabupaten kota akan tetap mewaspadai dan memberi perhatian terhadap pergerakan inflasi
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Memperhatikan perkembangan inflasi Sulut beberapa waktu terakhir, TPID baik provinsi maupun kabupaten kota akan tetap mewaspadai dan memberi perhatian terhadap pergerakan inflasi di tengah risiko terjadinya stagnasi harga pada periode pandemi Covid-19.
Kepala Perwakilan BI Sulut Arbonas Hutabarat mengatakan, upaya untuk mengendalikan inflasi juga perlu dibarengi dengan usaha untuk mendorong peningkatan aktivitas perekonomian.
Satu di antaranya mendorong digitalisasi pasar tradisional. Langkah awal sudah diambil BI dan TPID yang meluncurkan program Bersehati Online.
"Pemanfaatan teknologi untuk menjaga dan mendukung aktivitas perekonomian, misalnya dengan mengubah pola belanja di pasar tradisional dari offline menjadi online, merupakan salah satu alternatif yang dapat ditempuh sejalan dengan berlakunya norma baru," katanya, Rabu (05/08/2020).
• Sulut Terima Bantuan Kemenparekraf, Pelaku Pariwisata Terima 2.500 Paket
Dengan pengenalan dan penerapan pola tersebut diharapkan volume permintaan masyarakat terhadap komoditas strategis di pasar tetap terjaga.
"Sehingga petani akan tetap memiliki insentif untuk terus berproduksi atau bahkan meningkatkan produksi ditengah pandemi Covid-19," katanya.
Selain itu, kebijakan BI yang membebaskan biaya QRIS dari sebelumnya 0,75 persen menjadi 0 persen bagi UMKM, menjadi salah satu insentif yang perlu dimanfaatkan untuk mendorong penerapan transaksi non-tunai guna menjaga keberlangsungan perputaran roda perekonomian Sulut.
• Bupati dan Kapolres Bolsel Pantau Desa yang Terisolasi Lewat Helikopter
Selanjutnya, BI juga memandang bahwa upaya bersama serta sinergitas seluruh dinas dan kementerian/lembaga terkait untuk menjaga ketersediaan pasokan komoditas strategis perlu dilakukan guna mengendalikan inflasi.
Ketersediaan pasokan dan manajemen ketersediaan stok pangan secara regional Sulampua perlu didorong untuk meningkatkan efektivitas langkah-langkah pengendalian.
Salah satu bertuk kerjasama yang dapat menjadi alternatif adalah Kerjasama Antar Daerah (KAD).
• BI: Deflasi Sulut di Juli dalam Batas Wajar, Waspada Kenaikan Harga Komoditas di Agustus
Diharapkan dengan implementasi KAD yang diperkirakan pada triwulan Ill 2020, mekanisme perdagangan dapat berjalan lebih efisien terutama dalam hal distribusi.
Melalui KAD tersebut Sulut dapat mengirimkan komoditas strategis yang mengalami surplus keluar daerah guna menjaga kewajaran tingkat harga serta nilai tukar petani (NTP) Sulut.
Selain itu, BI Sulut juga bekerja sama dengan dinas, kementerian dan lembaga terkait terus melanjutkan capacity building dan langkah-langkah peningkatan produksi klaster ketahanan pangan guna menjaga ketersediaan stok di pasar.(ndo)
• Balita 1,5 Tahun Ditodong dan Diancam akan Ditembak, Sang Ibu Pasrah Tak Bisa Teriak