Breaking News:

Berita Sulut

Kisah Oma Katrina, Lansia 71 Tahun yang Tinggal di Gubuk Kecilnya di Kombos Timur

Sempat viral beberapa waktu lalu, seorang nenek berusia 71 tahun yang tinggal sendirian di kebun milik keponakannya di daerah Kombos Timur

Tribun manado / Isvara Savitri
Katrina Tahendong 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sempat viral beberapa waktu lalu, seorang nenek berusia 71 tahun yang tinggal sendirian di kebun milik keponakannya di daerah Kombos Timur, Singkil, Manado, Sulawesi Utara.

Katrina Tahendong namanya, seorang perempuan asal Sangihe yang sudah merantau lebih dari setengah abad ke Manado.

Ia sudah menikah dua kali, bersama suami keduanya lah ia mulai hidup di kebun tersebut.

"Keduanya hidup dan kerja serabutan. Suaminya mengerjakan apapun mulai dari jaga kebun, kerja kuli bangunan, hingga sebagai pemukul gendang ketika ada acara adat. Kalau oma hanya berjualan hasil kebun jika ada yang pesan dan keliling menjual sapu lidi sampai," ujar Yunita Hormati, salah satu warga Kombos Timur yang senantiasa merawat Oma Katrina, Minggu (2/8/2020).

Gerindra Jadi Rebutan Golkar dan Nasdem di Pilwako Manado

Jika dagangan atau hasil kebunnya tak laku, maka Oma Katrina bisa tidak makan sama sekali selama satu hari.

Kini pun rumah Oma Katrina yang berada di tengah kebun sudah roboh dan sama sekali tak bisa ditinggali hingga ia terpaksa tinggal bersama Yunita.

Ya, gubuk yang terbuat hanya dari seng dan kayu tersebut sudah lapuk dan karatan.

Sebelumnya, ia hanya tidur di atas dipan bersama tiga ekor anjing peliharaaan dan dua ayamnya.

Gelar Operasi Patuh, Polres Minsel Razia 18 Pemotor

Kini gubuk tersebut hanya bisa ditinggali peliharaan-peliharaannya dan ia kembali ke gubuk hanya untuk memberi makan peliharaan-peliharaan sambil menengok kebunnya.

Menurut Oma Katrina, pihak pemerintah mengaku tak mengetahui kondisinya.

Gubuk yang Ditinggali Oma Katrina
Kondisi Rumah yang berada di kebun milik keponakan Oma Katrina (Isvara Savitri)

Jika ada yang memberi bantuan pun hanya sembako dan tidak memandang kondisi rumahnya yang memprihatinkan.

"Belum pernah ada yang datang membantu. Paling hanya dinas sosial dan jemaah Gereja GMIM Firdaus Mayondi, sama masyarakat sekitar," aku Oma Katrina.

Ia di sini sebenarnya tidak sendirian, masih ada kakaknya yang tinggal di belakang Universitas Katolik De La Salle Manado.

Ke depannya, Yunita dan beberapa warga berinisiasi untuk membangun rumah baru bagi Oma Katrina dan kakaknya yang lokasinya masih berada di tengah kebun tersebut.

"Biar sekalian," ucap Yunita.

Hanura Sulut Sumbangkan Satu Ekor Sapi

Penulis: Isvara Savitri
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved