Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Asal Mula Sapi

Sejarah Masuknya Sapi ke Indonesia, Ternyata Diimpor Penjajah hingga Jenis-jenisnya Kini

sapi sebagai hewan ternak biasanya untuk dimanfaatkan susudan dagingnya sebagai pangan manusia.

Editor: Aldi Ponge
(KOMPAS.com/YUSTINUS WIJAYA KUSUMA)
Sapi jenis simental milik Presiden Jokowi yang dibeli dari Sulistiyo Hadi saat dibawa dari Kompleks Kantor Kepatihan ke Masjid Nur Maunah, Gunungkidul. 

Kebijakan itu pun dapat menghasilkan sapi-sapi unggul hasil persilangan di berbagai daerah.

Usaha untuk mengembangbiakkan sapi juga sudah dilakukan sejak awal 1950-an.

Saat itu Presiden Soekarno tengah mengerjakan tahapan pembangunan bernama Rencana Kesejahteraan Istimewa pada 1950.

Seorang ahli ternak asal Denmark, Prof B Seit tengah memperkenalkan metode inseminasi buatan kepada para dolter hewan di Indonesia.

Fakultas Hewan dan Lembaga Penelitian Peternakan (FKH LPP) Bogor, tempat Seit bekerja, lantas diserahi tugas pemerintah untuk mendirikan stasiun Inseminasi Buatan di beberapa wilayah sentra peternakan sapi susu.

Para dokter yang telah dilatih kemudian berpencar ke berbagai daerah di jawa dan Bali untuk mendirikan stasiun inseminasi buatan.

Ada yang ke Ungaran dan Kedu di Jawa Tengah, Pakong dan Grati di Jawa Timur, Cikole di Jawa Barat, serta Baturati di Bali.

Pun FKH LPP Bogor sendiri difungsikan sebagai stasiun untuk melayani daerah Bogor dan sekitarnya.

Para dokter hewan itu bertugas melakukan inseminasi.

Sayangnya pelaksanaan program ini tidak intensif, pelayanan inseminasi buatan sifatnya hilang timbul.

Akibatnya masyarakat kurang menaruh kepercayaan dan akhirnya program itu hanya bertahan dua tahun.

Namun balai-balai inseminasi buatan yang didirikan telah berjasa membantu mengembangbiakkan sapi, meski baru sebatas sapi penghasil susu.

Pemerintah Orde Baru di bawah Soeharto kemudian menganggap program inseminasi buatan sebagai langkah strategis untuk mendongkrak perkembangbiakan sapi peternakan rakyat.

Keberhasilan ekspor kemudian memicu pemerintah untuk menyediakan lebih banyak sapi yang siap dipasok ke luar negeri.

Pemerintah pun kembali menggalakan inseminasi buatan di berbagai daerah.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved