Toraja

Mahasiswa Toraja Demo di MA, Protes Kasus Tanah Adat SMAN 2 Toraja dan Lapangan Gembira Rantepao

Tari ma’badong tersebut merupakan simbol duka atas matinya keadilan dan hukum di lembaga MA sebagai benteng terakhir keadilan di Indonesia.

ISTIMEWA
Sekitar 100 mahasiswa Toraja dari seluruh Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan gedung Mahkamah Agung, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2020) mengecam putusan MA atas kasus tanah adat SMA Negeri 2 dan Lapangan Gembira, Rantepao, Toraja Utara. 

TRIBUNMANADO.CO.ID – Ratusan mahasisw tergabung dalam aliansi mahasiswa Toraja seluruh Indonesia bersama warga asal Toraja di Jabodetabek menggelar aksi unjuk rasa di kantor Mahkamah Agung (MA), Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta pusat, Selasa (28/7/2020).

Mereka mengenakan pakaian adat dan sebagian lainnya berkostum hitam tanda berkabung dan protes keras atas putusan MA yang berimplikasi akan dirampasnya tanah adat Lapangan Gembira dan SMA Negeri 2 Rantepao, Toraja Utara oleh pihak dari luar masyarakat adat Toraja.

Para mahasiswa tersebut menggelar atraksi ma’badong sebuah tari yang biasanya dilakukan saat kematian.

Tari ma’badong tersebut merupakan simbol duka atas matinya keadilan dan hukum di lembaga MA sebagai benteng terakhir keadilan di Indonesia.

Menteri Kominfo RI Johny Plate: Kunjungan ke Data Center di Bitung, Harusnya Diam-diam

Kalah Bertarung di Pilpres, Sandiaga Uno Tinggalkan Bisnis, Bangun YouTube dari Nol Subscriber

Menurut Lois Banne Noling, perwakilan mahasiswa Toraja dari Manado, tari ma’badong lazimnya digelar saat pesta orang mati di Toraja, tetapi sebagai simbol kedukaan masyarakat Toraja, para mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia tersebut sengaja menggelar tari ma’badong. Masyarakat Toraja berduka oleh ulah MA.

Para mahasiswa Toraja yang berasal dari berbagai daerah tersebut seperti Jakarta, Yogyakarta di Pulau Jawa, Toraja, Makassar, dan Manado dari Sulawesi, Papua, Kalimantan.

Mereka antara lain Tino Heidel Ampulembang (Samarinda), Arfa Tangdilian (Toraja), Rahman Sampe Bangun (Kendari), Kevin Candra Kristian Bimbin, Didi Kurniawan, dan Muhammad Yogi Saputra (Yogyakarta), Lois Banne Noling dan Risman Marten Parinding (Manado), Kevin William Datu Kelali (Papua), dan sejumlah mahasiswa asal Toraja di Jabodetabek.

Di antara mereka hadir Kepala SMA Negeri 2 Rantepao, Drs Yuliaus Lamma Bangke dan Ketua Ikatan Alumni SMA Negeri 2 Rantepao Wilayah Jabodetabek Imanuel Kala.

Sementara itu, hadir pula sesepuh masyarakat Toraja Samuel Parantean Penasihat Perhimpunan Masyarakat Toraja Indonesia (PMTI), Pither Singkali Ketua Bidang Hukum PMTI dan juga Ketua Gertak sekaligus pengacara Pemda Toraja Utara.

Para mahasiswa Toraja tersebut secara bergantian menyampaikan orasi di depan halaman MA sehingga menarik perhatian masyarakat yang melintasi Jl Medan Merdeka Utara itu.

Halaman
1234
Editor: Aldi Ponge
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved