Minggu, 3 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

LARANGAN Bermain Layang-layang, Dimulai Senin 20 Juli 2020, Hasil Rapat Pemerintah Denpasar Timur

Pemerintah Kota Denpasar bakal melarang masyarakat bermain layang-layang di Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar, Bali.

Tayang:
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi Lomba layang-layang di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali Minggu (23/6/2019) sebelum adanya pandemi Covid-19. 

Lomba season 1.0 yang mengusung tema Rare Angon vs Covid-19 dilaksanakan 31 Mei 2020 dengan jumlah peserta sebanyak 155.

Sukses digelar pada sesi pertama, pihaknya menerima banyak permintaan agar kegiatan serupa digelar kembali.

Memenuhi pemintaan tersebut, ia memutuskan untuk mengelar lomba sesi 2 dengan tema Celepuk vs Kupu-Kupu yang diikuti 380 peserta.

Sebagai penggemar layang-layang, Deck Sotto mengaku harus memutar otak agar tradisi ini tidak punah dan tetap bisa dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19 yang mensyaratkan pemberlakuan protokol kesehatan.

“Pada situasi normal, seyogyanya lomba dilaksanakan di lapangan dengan banyak orang.

Di tengah situasi pandemi, hal itu tak memungkinkan untuk dilaksanakan. Akhirnya saya menggagas lomba secara virtual,” urainya.

Yang dinilai adalah konsep pembuatan layangan, segi paduan warna, cara menaikkan atau menarik layangan di udara, dan seperti biasa di wilayah Bali peserta akan meramaikan lomba ini dengan irama pendamping dari baleganjur.

"Penerbangannya virtual dari lingkungan rumah mereka apakah di lapangan atau sawah. Kami pakai hotel sebagai live center agar bisa jadi media promosi kebangkitan pariwisata Bali," katanya.

Peserta penarik layang-layang virtual disyaratkan menggunakan pakaian adat madya sebagai cara dalam menunjukkan budaya adat di Bali. Sedangkan penilaian dilakukan secara virtual dengan menggunakan aplikasi Zoom.

Menurutnya, lomba ini bukan semata media penyaluran hobi bagi para rare angon.

Lebih dari itu, ajang ini membawa dampak positif bagi sektor perekonomian yang saat ini berada pada titik nadir.

Ia menyebut lomba layang-layang virtual yang digelar di Bali ini adalah yang pertama dan satu-satunya di dunia.

“Teman-teman pekerja yang dirumahkan banyak mendapat job sebagai pembuat layang-layang, ini tentunya sangat mengembirakan,” ucapnya.

Pembukaan lomba layang-layang virtual ditandai dengan penaikan layang-layang secara simbolis oleh Wagub Cok Ace yang diikuti sejumlah tamu undangan.

Acara pembukaan juga dimeriahkan fashion show dari enam model bertema layang-layang yang digelar di tepi pantai.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved