Senin, 4 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

LARANGAN Bermain Layang-layang, Dimulai Senin 20 Juli 2020, Hasil Rapat Pemerintah Denpasar Timur

Pemerintah Kota Denpasar bakal melarang masyarakat bermain layang-layang di Pantai Padang Galak, Kesiman, Denpasar, Bali.

Tayang:
Dok. Tribun Bali
Ilustrasi Lomba layang-layang di Pantai Padanggalak, Denpasar, Bali Minggu (23/6/2019) sebelum adanya pandemi Covid-19. 

4. Semua pembatasan untuk kegiatan tersebut diatas terkait dengan Pelaksanaan Protokol Kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19.

Ide Kreatif Layang-Layang Virtual

Guna mengakomodir aspirasi dan penyaluran hobi para penggemar layang-layang atau rare angon, muncul ide kreatif dari masyarakat.

Salah satunya lomba layang-layang virtual yang sempat diadakan pada Minggu (12/7/2020).

Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), mengapresiasi ide kreatif penggagas lomba layang-layang virtual yang digelar di tengah pandemi Covid-19.

Kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai momentum yang baik bagi dunia pariwisata untuk mulai bangkit dari keterpurukan.

"Ini menunjukkukkan pelaku pariwisata siap dengan protokol kesehatan dan melihat kesungguhan kita serta menampilkan Bali yang tetap menarik.Ini awal baik mengenalkan destinasi. Juga memberikan warna dan pemahan dunia luar bahwa Bali sudah siap," kata Cok Ace.

Guru besar Institut Seni Indonesia (ISI) Denpasar ini berharap, event semacam ini dijadikan momentum untuk menunjukkan pada dunia bahwa Bali telah siap memasuki tatanan kehidupan era baru dengan menerapkan protokol kesehatan pada berbagai sektor, termasuk pariwisata.

Ia berharap, ketatnya protokol kesehatan yang diterapkan di objek wisata dan sarana akomodasi terus diunggah di media sosial sehingga dunia luar tahu bahwa Bali sangat konsen terhadap penerapan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Lebih dari itu, kegiatan yang melibatkan peserta dari luar daerah ini diharapkan menjadi media untuk membangun jejaring antar destinasi.

"Mari kita tunjukkan pada dunia luar bahwa Bali dengan pesona keindahan alamnya siap menerima wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat," katanya.

Pada lomba layang-layang virtual yang telah diadakan tersebut, ada 380 peserta yang ikut serta.

Tak hanya berasal dari Bali, tapi juga melibatkan peserta dari Lombok dan Sulawesi.

Kadek Suprapta Meranggi selaku penggagas acara menyampaikan, lomba layang-layang virtual ini mendapat sambutan yang luar biasa dari para rare angon.

Pria yang lebih dikenal dengan nama Deck Sotto ini menginformasikan bahwa perlombaan tersebut merupakan kali kedua pelaksanaan lomba layang-layang virtual tahun ini.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved