Minggu, 12 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Dunia Akan Bersatu Perangi Klaim Sepihak yang Dilakukan China di Pasifik

Soal klaim Teritorial China yang kini menjadi sorotan dunia, diketahui klaim Laut China Selatan membuat beberapa masalah.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
Kapal Induk Amerika sedang latihan perang di laut China Selatan. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Soal klaim Teritorial China yang kini menjadi sorotan dunia.

Diketahui klaim Laut China Selatan membuat beberapa masalah.

Beberapa negara disekitarnya juga terlibat karena tak terima dengan kelakuan mereka.

Menghukum China, Trump Perintah Akhiri Status Khusus Hong Kong, Tiongkok Bersumpah Akan Membalas

Selfie Berujung Maut, Seorang Wanita Jatuh dari Tebing Setinggi 50 Meter Saat Hendak Berpose

Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan Teluk Filipina.
Kapal-kapal Amerika Serikat di perairan Laut China Selatan, berdekatan dengan Teluk Filipina. (AFP)

Harusnya pemerintah China tahu makna Yin dan Yang, keseimbangan.

Namun justru mereka sendiri yang merusak Yin dan Yang di kawasan Asia Pasifik.

Asal klaim dan merusuh kedaulatan berbagai negara kini lekat dengan pemerintahan Xi Jinping.

Amerika Serikat pada hari Senin (13/7/2020) menolak klaim Tiongkok untuk sumber daya lepas pantai yang disengketakan di sebagian besar Laut China Selatan.

Langkah ini dinilai dapat memperburuk hubungan yang erat antara dua ekonomi terbesar dunia.

Melansir Reuters, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, China tidak menunjukkan dasar hukum yang komprehensif untuk ambisinya di Laut China Selatan dan selama bertahun-tahun telah menggunakan intimidasi terhadap negara-negara pantai Asia Selatan lainnya.

"Kami memperjelas: Klaim Beijing atas sumber daya lepas pantai di sebagian besar Laut China Selatan sepenuhnya melanggar hukum, seperti kampanye penindasan untuk mengendalikan mereka," kata Pompeo seperti yang dikutip Reuters.

Amerika Serikat telah lama menentang klaim teritorial China yang luas di Laut China Selatan, mengirimkan kapal perang secara teratur melalui jalur air strategis untuk menunjukkan kebebasan navigasi di sana.

Pernyataan Senin kemarin mencerminkan nada yang lebih keras.

"Dunia tidak akan membiarkan Beijing memperlakukan Laut China Selatan sebagai kerajaan maritimnya," kata Pompeo.

Analis regional mengatakan akan sangat penting untuk melihat apakah negara-negara lain akan mengadopsi sikap AS dan apa yang mungkin dilakukan Washington untuk memperkuat posisinya dan mencegah Beijing menciptakan "fakta di atas air" untuk mendukung klaimnya.

Hubungan antara Amerika Serikat dan China semakin tegang selama enam bulan terakhir atas penanganan Beijing terhadap pandemi virus corona.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved