Update Virus Corona Sulut
Cerita dari Touring Bold Riders, Pelaku Usaha Mulai Bangkit di Tengah Pandemi Covid-19
Touring New Normal yang dilakukan Komunitas Bold Riders membawa pulang banyak cerita
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Touring New Normal yang dilakukan Komunitas Bold Riders membawa pulang banyak cerita.
Dari sekian banyak, apa yang menarik ialah optimisme pelaku usaha yang terdampak pandemi Covid-19 untuk bangkit.
Pelaku usaha dagang, pemilik toko kelontong di Minut, Bitung, Tomohon dan Minahasa misalnya. Perlahan-lahan omset mereka mulai naik.
Toko Dominic di Watudambo, Kecamatan Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara misalnya . Penjualan di Toko Djarum Retail Partnership (DRP) ini perlahan mulai pulih.
• Tempat Hiburan di Manado Belum Diizinkan Beroperasi
Sarllis Mawuntu, Pemilik Toko Dominic mengatakan, sebelum adanya pandemi COVID-19, omset sehari kami berkisar Rp 10-15 juta.
Tapi pada Maret hingga April menurun hingga Rp 6-8 juta. "Sekarang mulai naik lagi dengan rata-rata omset Rp 13-15 juta,” ungkap Sarllis akhir pekan lalu.
Menurut Sarllis, letak tokonya memang berada di jalur ramai, karena berada di pinggir Jalan Raya Manado-Bitung. Hal itu membuat sebagian besar pembeli merupakan orang-orang yang melintas jalur tersebut.
• HUT Ke-397 Kota Manado, Wali Kota Sampaikan Terima Kasih Kepada Tenaga Medis
“Sebagian besar pelanggan adalah orang-orang yang melintas. Seperti rekan-rekan komunitas motor yang sering touring. Yang paling banyak dibeli biasanya minuman dingin, snack, rokok, dan pulsa,” imbuhnya.
Lazimya toko kekinian, Toko Dominic sudah mulai menggunakan teknologi. Salah satunya untuk mempermudah cek stok barang.
Toko Dominic sudah menggunakan scan barcode. Dengan adanya scan barcode tersebut, ketersediaan stok selalu terpantau dan saat toko tutup, semuanya sudah terhitung.
Sementara itu, pulihnya omset penjualan juga dirasakan Toko DRP Charis, yang terletak di Jalan Opo Worang, Kecamatan Tomohon Utara, Kota Tomohon.
• Kasus Covid-19 Melonjak di Jakarta, DPRD DKI Jakarta Tuding Masyarakat Salah Kaprah Soal New Normal
Pengelola Toko Charis Pingkan Mongdong menjelaskan, pada awal pandemi Covid-19 Maret lalu, penurunan omset cukup terasa.
“Pas awal pandemi Covid-19, omset kami merosot drastis di angka Rp 6-8 juta perhari. Tetapi sekarang sudah sekitar Rp 15 jutaan atau mendekati omset harian sebelum pandemi,” ungkap Pingkan.
Toko Charis merupakan toko keluarga yang dijaga secara bergantian. Mereka buka pada pukul 06.00-00.00 WITA. Puncak keramaian di toko ini terjadi setiap akhir pekan.
“Kalau warga sekitar biasanya beli barang kebutuhan pokok. Sementara orang-orang yang lewat seringnya beli minuman, snack, dan rokok,” tandasnya.