Breaking News:

Update Virus Corona Indonesia

Kasus Covid-19 Melonjak di Jakarta, DPRD DKI Jakarta Tuding Masyarakat Salah Kaprah Soal New Normal

"Mereka menganggap, PSBB transisi ini kembali ke keadaan seperti sedia kala, seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi, padahal bukan," tutur dia.

Editor: Isvara Savitri
Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) melakukan penyemprotan disinfektan di sekolah ST Theresia, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/7/2020). 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Kasus virus corona (Covid-19) di ibu kota semakin meroket dan tentu membuat khawatir banyak pihak.

Salah satunya Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta, Mujiyono yang mengatakan bahwa semenjak menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) transisi, kasus Covid-19 di DKI Jakarta justru mencapai 6 ribu kasus baru.

Dugaannya, masyarakat keliru memaknai new normal sehingga banyak yang tidak menerapkan protokol kesehatan.

"Ini masyarakat kebablasan tidak berdisiplin dalam penerapan protokol kesehatan. Saya kira, anggapan new normal di benak masyarakat selama ini keliru," kata Mujiyono kepada wartawan, Selasa (14/7/2020).

"Mereka menganggap, PSBB transisi ini kembali ke keadaan seperti sedia kala, seperti sebelum pandemi Covid-19 terjadi, padahal bukan," tutur dia.

Dengan kekeliruan memahami makna tersebut, membuat masyarakat secara umum cenderung abai terhadap protokol kesehatan yang digemborkan pemerintah. 

"New normal itu bukan normal. Tapi kondisi kehati-hatian dalam masa pandemi. Masa di mana vaksin belum ditemukan. Dan new normal diterapkan untuk pergerakan ekonomi," jelasnya.

Berkaca dari Singapura, politikus Partai Demokrat itu mengatakan kondisi perekonomian negara tersebut tak bergerak selama 3 bulan akibat lockdown.

Namun kondisi itu tidak menyebabkan keuangan Singapura kolaps.

Tapi berbeda dengan Indonesia termasuk DKI Jakarta, di mana saat penerapan PSBB kondisi keuangan langsung alami kontraksi.

Jika DKI Jakarta tidak alami kendala ekonomi, maka mungkin saja Gubernur Anies Baswedan tidak ragu-ragu menarik rem darurat dan kembali memberlakukan PSBB.

"Kalau ekonomi aman, bisa saja kemarin pemerintah menerapkan lockdown kayak Singapore. Jangan biarkan pak gubernur menarik rem darurat," pungkas Mujiyono.(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Kasus Corona di Jakarta Meroket, DPRD DKI Sebut Publik Salah Kaprah Pahami PSBB Transisi.

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved