Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Jasad Bertumpukan di Jalan, Peti Mati Dibungkus Plastik Hitam, Bolivia Kewalahan dengan COVID-19

Pihak berwenang melaporkan mereka mengumpulkan antara 14 hingga 23 mayat setiap hari dari rumah atau ruang publik.

Editor:
(Jose Sanchez / AFP)
Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Di tengah penyebaran virsu corona yang belum ada titik terang, Bolivia dikabarkan kewalahan dengan kematian akibat Covid-19.

Karena hal tersebut, jasad korban virus corona atau Covid-19 di Bolivia kini mulai menumpuk di jalan.

Diketahui, hal itu dikarenakan lahan pemakaman yang penuh.

Dikabarkan, layanan pemakaman di kota Cochabamba, pusat negara tersebut penuh sesak karena banyak mayat perlu dikremasi dan dikuburkan.

Dikutip Tribunnews dari Metro.co.uk, Cochabamba merupakan satu di antara kota yang mengalami kesulitan di Bolivia.

Hal ini karena wilayah tersebut menjadi episentrum penyebaran Covid-19 di Bolivia.

Bolivia Kewalahan dengan Angka Kematian Akibat Virus Corona, Jasad Menumpuk di Jalan
Bolivia Kewalahan dengan Angka Kematian Akibat Virus Corona, Jasad Menumpuk di Jalan (Istimewa)

Pihak berwenang melaporkan mereka mengumpulkan antara 14 hingga 23 mayat setiap hari dari rumah atau ruang publik.

Mereka menerangkan, mayat-mayat yang dikumpulkan diduga meninggal karena Covid-19.

Tetapi, penyebab kematian jasad-jasad itu sebenarnya belum diketahui.

"Kami tidak memiliki kapasitas untuk menguji jenazah karena permintaan tinggi (menjemput jenazah-red)," kata pejabat layanan kesehatan Ruben Castillo, Senin (6/7/2020).

Peti Mati Dibungkus Plastik Hitam Ditempatkan di Luar Rumah, Mirip di Ekuador

Lebih lanjut, sejulah peti mati dibungkus dengan plastik hitam dan ditempatkan di luar rumah.

Hal ini nampak mirip dengan yang terjadi di Guayaquil, Ekuador.

Sebagaimana diketahui, Ekuador terpukul keras pada awal penyebaran pandemi.

Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu.
Orang-orang menunggu di samping peti mati dan kotak kardus untuk menguburkan keluarga mereka di luar pemakaman di Guayaquyil, Ekuador, pada 6 April 2020. Melonjaknya jumlah COVID-19 kematian di kota kedua Ekuador Guayaquil telah menyebabkan kekurangan peti mati, memaksa penduduk setempat untuk resor menggunakan kotak kardus, kata pemerintah kota Minggu. ((Jose Sanchez / AFP))

Kepala polisi di Cochabamba, Kolonel Alberto Cardenas menjelaskan, jasad-jasad yang dikumpulkan tak memiliki tanda-tanda kekerasan.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved