Update Virus Corona Dunia
Jasad Bertumpukan di Jalan, Peti Mati Dibungkus Plastik Hitam, Bolivia Kewalahan dengan COVID-19
Pihak berwenang melaporkan mereka mengumpulkan antara 14 hingga 23 mayat setiap hari dari rumah atau ruang publik.
Informasi ini disampaikan ke pelayanan kesehatan agar mereka dapat melakukan tes terhadap jenazah tersebut, apakah mereka terbunuh karena virus corona.
Dengan begitu, jenazah-jenazah di Bolivia ini dapat dikuburkan sesuai dengan protokol khusus Covid-19.
Direktur Lembaga Penyelidikan Forensik Sarankan Beli Mobil Berpendingin
Lebih jauh, Direktur Lembaga Penyelidikan Forensik, Andreas Flores, menyarankan pihak berwenang untuk membeli atau menyewa mobil berpendingin.
Tujuannya adalah untuk menyimpan mayat sementara waktu, mengingat kurangnya kapasitas kamar mayat.
Secara terpisah, laboratorium diagnostik juga kelebihan beban dan butuh beberapa hari untuk merilis hasil.
Situasi Serupa Terjadi di Santa Cruz
Situasi serupa dilaporkan terjadi di timur kota Santa Cruz.
Kabarnya, di wilayah tersebut, 50 persen dari mereka terinfeksi virus corona.
Di Ibu Kota La Paz, polisi mengatakan, mereka mengumpulkan sembilan mayat, pada Sabtu dan Minggu.
Mereka mencurigai mayat-mayat tersebut meninggal karena virus, termasuk dua narapidana di penjara.
Pihak berwenang percaya, banyak orang tidak melaporkan penyakit ini karena takut akan pandangan publik.
Selain itu, mereka juga harus pergi kelayanan medis setelah mengidap infeksi.
Mereka sering tidak menemukan ruang di rumah sakit karena begitu ramai.
Penyebaran Virus Corona di Bolivia