News
Mengenal Virus ASF, Penyebab 878 Babi di Palembang Mati Mendadak, Begini Cara Penularannya
Sudah sebanyak 878 ekor babi di peternakan Talang Buruk, Palembang, secara berangsur mati mendadak.
- Kontak antar babi yang sakit dan yang sehat
- Kontak dengan cairan yang keluar dari babi sakit atau mati, seperti air kencing, kotoran, air liur dan darah
- Virus ASF ini juga dapat menginfeksi babi melalui pernapasan dan mulut atau ingesti makanan atau minuman
- Lewat kontak babi yang sehat dengan manusia, melalui peralatan, pakaian, sepatu atau alas kaki dan makanan yang telah tercemar virus babi yang sakit atau mati
- Dapat ditularkan pula melalui caplak dari genus Ornithodoros
Namun, pada saat itu ditegaskan oleh Munawaroh bahwa penyakit ASF hanya menyerang atau menjadi penyakit pada babi. Tidak akan menginfeksi hewan ternak lainnya, atau manusia.
"Penyakit ASF pada babi tidak menular ke manusia, juga hewan lainnya," jelasnya.

Gejala penyakit ASF
Ada beberapa gejala yang dapat terlihat secara jelas pada babi yang terinfeksi ASF, seperti berikut.
- Demam tinggi
- Lesu
- Tidak mau makan
- Kulit kemerahan pada daun telinga dan bagian tubuh lainnya
- Muntah kuning sampa dengan berdarah
- Semua tanda di atas juga diikuti dengan kematian babi dalam jumlah banyak.
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu African Swine Fever, Penyebab 878 Babi di Palembang Mati Mendadak?