Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Mengenal Virus ASF, Penyebab 878 Babi di Palembang Mati Mendadak, Begini Cara Penularannya

Sudah sebanyak 878 ekor babi di peternakan Talang Buruk, Palembang, secara berangsur mati mendadak.

(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI)
Personel Babinsa TNI mengangkat bangkai babi dari aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. 

- Kontak antar babi yang sakit dan yang sehat

- Kontak dengan cairan yang keluar dari babi sakit atau mati, seperti air kencing, kotoran, air liur dan darah

- Virus ASF ini juga dapat menginfeksi babi melalui pernapasan dan mulut atau ingesti makanan atau minuman

- Lewat kontak babi yang sehat dengan manusia, melalui peralatan, pakaian, sepatu atau alas kaki dan makanan yang telah tercemar virus babi yang sakit atau mati

- Dapat ditularkan pula melalui caplak dari genus Ornithodoros

Namun, pada saat itu ditegaskan oleh Munawaroh bahwa penyakit ASF hanya menyerang atau menjadi penyakit pada babi. Tidak akan menginfeksi hewan ternak lainnya, atau manusia.

"Penyakit ASF pada babi tidak menular ke manusia, juga hewan lainnya," jelasnya.

Gejala penyakit ASF

Ada beberapa gejala yang dapat terlihat secara jelas pada babi yang terinfeksi ASF, seperti berikut. 

- Demam tinggi

- Lesu

- Tidak mau makan

- Kulit kemerahan pada daun telinga dan bagian tubuh lainnya

- Muntah kuning sampa dengan berdarah

- Semua tanda di atas juga diikuti dengan kematian babi dalam jumlah banyak.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Apa Itu African Swine Fever, Penyebab 878 Babi di Palembang Mati Mendadak?

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved