Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

News

Mengenal Virus ASF, Penyebab 878 Babi di Palembang Mati Mendadak, Begini Cara Penularannya

Sudah sebanyak 878 ekor babi di peternakan Talang Buruk, Palembang, secara berangsur mati mendadak.

(ANTARA FOTO/IRSAN MULYADI)
Personel Babinsa TNI mengangkat bangkai babi dari aliran Sungai Bederah, untuk dikubur, di Kelurahan Terjun, Medan, Sumatera Utara, Selasa (12/11/2019). Sedikitnya 5.800 ekor babi mati diduga akibat wabah virus Hog Kolera dan African Swine Fever atau demam babi Afrika di 11 kabupaten/kota di Sumut. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Ratusan babi di beberapa daerah ditemukan mati mendadak.

Kematian babi secara berangsur itu ternyata sudah terjadi sejak Maret 2020.

Sudah sebanyak 878 ekor babi di peternakan Talang Buruk, Palembang, secara berangsur mati mendadak.

Diduga, kematian itu disebabkan oleh demam babi Afrika atau African Swine Fever (ASF).

INFO Terkini Gunung Merapi, Terjadi Ekstrupsi Kedua Juli 2020 setelah yang Pertama pada Tahun 2018

Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) Sumatera Selatan, drh Jafrizal seperti dikutip dari Tribunsumsel.com mengatakan bahwa babi tersebut berasal dari Medan dan Lampung tanpa izin masuk ke Palembang.

"Kalau melihat cirinya, babi-babi itu memang diduga kena demam babi Afrika," kata Jafrizal, Sabtu (4/7/2020).

Kematian babi secara berangsur itu ternyata sudah terjadi sejak Maret 2020. Sebelumnya, Ketua Umum PDHI Drh H Muhammad Munawaroh MM telah dikabarkan bahwa sejak bulan Agustus 2019 sampai awal Desember 2019, sudah ada 20.500 ekor babi yang mati di Sumatera Utara.

Berdasarkan pengamatan gejala klinis di lapangan, perubahan patologi, dan pengujian laboratorium di Balai Veteriner Medan menunjukkan sejumlah sampel memang positif terhadap virus African Swine Fever (ASF).

Pengujian tersebut dilakukan menggunakan RT PCR terhadap sampel darah dan organ yang berasal dari babi yang mati.

Tak Lagi Jabat Menteri, Ternyata Segini Jumlah Kekayaan Susi Pudjiastuti Si Pemilik Susi Air

Apa itu ASF?

Dijelaskan Munawaroh, ASF merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus ASF dari genus Asfivirus dan famili Asfaviridae.

"Penyakit ini berbeda dengan penyakit kolera babi atau hog cholera atau Classical Swine Fever (CSF), yang disebabkan juga oleh virus. Namun virusnya berbeda," kata Munawaroh kepada Kompas.com, Jumat (6/12/2019).

Virus CSF berasal dari genus Pestivirus dan famili Flaviviridae. Namun kedua penyakit tersebut (CSF dan ASF) tidak dapat diobati dengan antibiotik karena bukan disebabkan oleh bakteri.

Penularan virus ASF 

Banyak cara yang bisa membuat virus ASF ini menyebar antar babi, yaitu:

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved