News
Prancis Ubah Ratusan Juta Liter Wine Menjadi Hand Sanitiser, Karena Enggak Laku
Karena tak laku pembuat wine Prancis akan mengubah produk yang tidak terjual selama dua bulan pandemi virus corona baru menjadi hand sanitiser
TRIBUNMANADO.CO.ID - Karena tak laku pembuat wine Prancis akan mengubah produk yang tidak terjual selama dua bulan pandemi virus corona baru menjadi hand sanitiser dan etanol untuk memberi ruang bagi panen berikutnya.
Penjualan dan ekspor wine Prancis terutama ke Amerika Serikat jatuh pada puncak krisis virus corona, meninggalkan pembuat wine dengan jutaan liter anggur yang tidak terjual.
"Mulai besok, 33 penyuling berlisensi akan mengumpulkan wine dan menyaringnya," kata Didier Josso, Head of The Wine Branch France AgriMer, agensi pertanian, Kamis (4/6), seperti dikutip Channelnewsasia.com.
• Vladimir Putin Izinkan Militer Rusia Gunakan Senjata Nuklir
• Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Gubernur Jatim Khofifah: Alhamdulillah, alhamdulillah
• Viral Video Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Mengamuk
Alkohol yang dihasilkan dari penyulingan secara khusus disediakan untuk industri farmasi dan kosmetik serta produksi hand sanitiser juga etanol.
"Wine yang disuling tidak akan digunakan untuk membuat spirits," ujar Josso.
"Mungkin akan ada kebutuhan untuk persediaan etanol juga, tetapi volumenya akan kurang signifikan dibanding untuk anggur".
Setiap pembuat wine memiliki waktu hingga 19 Juni untuk menunjukkan jumlah anggur yang ingin dia saring.
Sebagai imbalannya, mereka akan menerima € 78 (US$ 90) per liter jika anggur bersertifikasi sebagai milik suatu wilayah dan € 58 jika tidak bersertifikasi.
Dana publik Eropa akan membiayai distilasi 200 juta liter wine Perancis, setelah Uni Eropa memberi lampu hijau.
Para ahli mengatakan, penyulingan membutuhkan 300 juta liter wine.
Negara-negara penghasil wine utama, seperti Spanyol dan Italia, telah mengambil langkah-langkah serupa untuk mengatur kelebihan produksi, serta penghancuran luar biasa buah anggur muda.
Pandemi virus corona telah menambah kesengsaraan industri wine Prancis, yang telah mengalami kemunduran tahun lalu dengan penurunan ekspor ke AS ketika memberlakukan sanksi tarif.

Kabarnya Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Jumat pekan lalu mengancam akan mengenakan pajak anggur alias wine dari Prancis sebagai balasan atas usulan Prancis untuk memungut pajak digital bagi perusahaan teknologi asal AS.
Mengutip Reuters, pekan lalu Trump telah mengatakan kepada Presiden Prancis Emmanuel Macron tentang kekhawatirannya terhadap pajak layanan digital yang diusulkan Prancis.
"Jika ada yang memungut pajak dari mereka, itu haruslah negara asalnya, yakni AS".