News
Vladimir Putin Izinkan Militer Rusia Gunakan Senjata Nuklir
Kabarnya Presiden Vladimir Putin menandatangani dokumen kebijakan pencegahan nuklir pada Selasa (2/6).
TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya Presiden Vladimir Putin menandatangani dokumen kebijakan pencegahan nuklir pada Selasa (2/6).
Yang menegaskan kembali Rusia untuk melakukan serangan nuklir pertama sebagai balasan atas serangan non-nuklir.
The Moscow Times melaporkan, agresi terhadap Rusia dengan menggunakan senjata konvensional ketika keberadaan negara terancam adalah salah satu dari empat keadaan dalam dokumen tersebut yang membuka jalan Rusia untuk menggunakan senjata nuklir.
• Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 Meningkat, Gubernur Jatim Khofifah: Alhamdulillah, alhamdulillah
• Viral Video Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Mengamuk
• Wanita Ini dalam 2 Hari Kehilangan Ayah, Ibu, Dan Kakak, Karena Terjangkit Virus Corona
Ini menegaskan sikap Rusia untuk penggunaan senjata nuklir terhadap senjata konvensional di bawah doktrin militer 2010.
Dokumen kebijakan 2020 juga mengizinkan penggunaan senjata nuklir terhadap serangan senjata nuklir atau "informasi andal" dari peluncuran rudal balistik atas Rusia atau sekutunya, serta "tindakan" terhadap fasilitas negara atau militer Rusia yang vital.
Menurut dokumen tersebut, Rusia memiliki hak untuk merevisi dasar-dasar kebijakan pencegahan nuklirnya, tergantung pada faktor internal dan eksternal yang memengaruhi ketentuan pertahanan.
Rusia telah menyatakan keraguan yang lebih dalam atas kebijakan nuklir Amerika Serikat (AS), setelah Washington menarik diri dari Perjanjian Pasukan Nuklir Jangka Menengah (INF) pada Agustus 2019.
AS menuding Rusia melakukan pelanggaran yang dibantah Moskow.
Perjanjian New START 2010, yang membatasi jumlah hulu ledak nuklir jangka panjang yang bisa dikerahkan, sekarang satu-satunya kesepakatan kontrol senjata yang tersisa antara AS dan Rusia.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengatakan, dia ingin melakukan pakta nuklir dengan Rusia.
Juru bicara Kremlin mendesak kepala kebijakan luar negeri Rusia dan AS untuk meningkatkan negosiasi sebelum Perjanjian New START berakhir pada Februari 2021.
Poseidon, Senjata Nuklir Hari Kiamat Milik Rusia
Rusia berencana untuk menguji kapal selam tak berawak berhulu ledak nuklir di perairan Kutub Utara musim gugur ini, satu tahun setelah kecelakaan rudal bertenaga nuklir yang fatal menyebabkan lonjakan radiasi di kota terdekat.
Drone bawah air bernama Poseidon yang bertenaga nuklir akan menjalani uji coba dan meluncur dari kapal selam Belgorod, sumber industri pertahanan Rusia yang tidak disebutkan namanya mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti, Selasa (26/5), seperti dilansir Moscow Times.
Rusia membuat drone berbentuk seperti torpedo raksasa untuk membawa hulu ledak nuklir seberat hingga dua megaton.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin_20180716_200940.jpg)