Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Manado

Tanggapan Kapolda Sulut Terkait Apa yang Sudah Terjadi di RS Pancaran Kasih

Ia melanjutkan, semua sudah ada protokoler kesehatan bagaimana menangani pasien-pasien atau mungkin jenazah Covid-19.

Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: Maickel Karundeng
dewangga ardiananta/tribun manado
Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Royke Lumowa MM memberikan tanggapan terkait keributan yang terjadi RS Pancaran Kasih kemarin, pada Senin (1/6/2020).

"Tidak boleh, masyarakat biasalah mereka kan dalam keadaan duka, kita tidak terlalu memaksakan mereka, cuman tidak boleh seperti itu ya kan," kata Kapolda saat ditanyai terkait hal tersebut oleh awak media, Selasa (2/6/2020) sore.

Ia melanjutkan, semua sudah ada protokoler kesehatan bagaimana menangani pasien-pasien atau mungkin jenazah Covid-19.

"Semua sudah ada persetujuan yang harus kita ikuti ada satgas yang melakukan," ucapnya.

Lanjut dia, kalau polisi hanya mengamankan saja kalau mereka melakukan tindakan lain seperti pengrusakan. "Itu kan sangat disayangkan itu tidak boleh terjadi nanti kita dalami tentang itu," ujarnya.

"Tetapi yang penting endingnya setelah kita memberikan pencerahan kepada keluarga almarhum, mereka mau, dimakamkan secara protap," kata Kapolda.

"Begitu sampai di pemakaman itu mendapat penolakan dari warga sekitar 'tidak boleh ada orang Covid-19 di sini kata' kasiang," beber Kapolda Sulut.

"Kita kasih pengertian akhirnya mereka mau," lanjutnya.

Ia menambahkan, bisalah dinamika di zaman Covid-19 seperti ini.

"Kita polisi harus mengatasi masalah tersebut secara baik-baik, secara terkoordinir, bekerja sama kami dengan Kodam Pemprov satgas," tuturnya.

"Ya itu kejadian yang kemarin bahwa isu-isu bahwa harus ada bayar Rp 50 Juta. Hoaks itu, salah pengertian dari pihak-pihak yang lain yang sengaja diblow-up, tidak ada," ungkap Kapolda.

Lanjut Kapolda, Direktur Rumah Sakit juga telah menyampaikan bahwa uang dari mana pihak rumah sakit mau bayar ke mereka.

"Kata harus bayar sekian juta biar mengaku jo ngoni biar Covid, apa untungnya?," sebut dia.

"Apa untungnya bagi Satgas bagi pemerintah, kita kalau bisa menekan angka-angka itu biar tidak bertambah (Covid-19)," tegasnya.

"Kita sengaja melakukan kegiatan biar tidak bertambah positif malah kok jadi nambah-nambah kan korelasinya jauh sekali," pungkas Kapolda Sulawesi Utara itu. (Ang)

BERITA TERPOPULER :

 Terbalik 180 Derajat dengan Syahrini, Ini Sifat Luna Maya yang Bikin Reino Barack Muak, Rey: Keluar

 8 Kebiasaan yang Bikin Cepat Tua, Nomor 5 karena Sering Tidur Dalam Posisi Begini

 Bupati Melawi Kalbar Dinyatakan Positif Covid-19, 5 Keluarganya Ikut Tertular, Diduga dari Menantu

TONTON JUGA :

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved