Jumat, 15 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Idul Fitri

Uskup Manado: Selamat Hari Raya Idulfitri, Allah Yang Mahakuasa Memberkati Kita Semua

Uskup Manado Mgr Benedictus Estephanus Rolly Untu MSC mengucapkan selamat Idulfitri 1441 Hijriah kepada umat Muslim.

Tayang:
Istimewa
Suster Katolik dari Konggregasi PBHK menyanyikan lagu Idul Fitri bagi warga Muslim yang merayakan Hari Raya Idul Fitri. 

Cerita-cerita tersebut membekas dan mempengaruhi keyakinan dan perilaku kita. 

Cerita-cerita itu dapat pula membantu kita memahami dan mengetahui siapa diri kita sesungguhnya.

Manusia bukan hanya satu-satunya makhluk hidup yang membutuhkan pakaian untuk menutupi kerapuhannya (bdk. Kej 3:21). 

Ia juga merupakan satu-satunya makhluk yang perlu mengisahkan dirinya, “mengenakan” cerita-cerita untuk menjaga hidupnya. 

Kita tidak hanya menenun pakaian, tetapi juga menenun cerita: sesungguhnya, kemampuan manusiawi untuk “menenun” (Latin: texere) tidak hanya mengacu pada kata “tekstil”, tetapi juga “teks”. 

Kunjungan Paus Fransiskus di Indonesia Ditunda Karena Wabah Virus Corona

Berbagai cerita dari setiap masa memiliki sebuah “mesin tenun” umum: struktur yang meliputi sosok “para pahlawan”, bahkan pahlawan dalam kehidupan sehari-hari, yang dalam mewujudkan mimpinya menghadapi situasi-situasi yang sulit, melawan kejahatan yang didorong oleh sebuah kekuatan yang membuat mereka berani, yaitu kekuatan cinta kasih. 

Dengan membenamkan diri kita dalam cerita-cerita tersebut, kita dapat menemukan kembali motivasi-motivasi heroik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Manusia adalah makhluk pencerita karena ia adalah makhluk yang berkembang, yang menemukan siapa dirinya dan diperkaya oleh berbagai jalan cerita dalam hari-hari hidupnya.

Akan tetapi, sejak awal mula, cerita kita telah mendapatkan ancaman: si jahat yang meliuk-liuk sepanjang sejarah.

2. Tidak semua cerita adalah baik

“Jika kamu memakannya, kamu akan menjadi seperti Allah“ (bdk. Kej 3:4). 

Godaan ular ini menyisipkan sebuah simpul yang sulit dilepaskan dalam alur sejarah. “Jika kamu memiliki, kamu akan menjadi, kamu akan mendapatkan…”. 

Inilah pesan yang terus dibisikkan sampai hari ini oleh orang-orang yang menggunakan storytelling untuk tujuan pemanfaatan (eksploitasi).

Ada begitu banyak cerita yang membius dan meyakinkan kita bahwa untuk berbahagia kita harus terus menerus mendapatkan, memiliki dan mengonsumsi. 

Dobrak Tradisi Ratusan Tahun, Paus Fransiskus Pimpin Misa Paskah Tanpa Umat, Disiarkan Livestream

Bahkan kita mungkin tidak menyadari betapa kita kerap menjadi rakus dalam membicarakan hal buruk dan bergosip atau berapa banyak kekerasan dan dusta yang kita konsumsi. 

Sumber: Tribun Manado
Halaman 3/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved