Update Virus Corona Sulut
Persistensi Covid-19: Implikasi Terhadap Penularan Lokal
SARS-CoV-2 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan tubuh manusia ditemukan pertama kali di Wuhan, China pada akhir tahun 2019.
Penulis: Mejer Lumantow | Editor: David_Kusuma
Penulis: Grace D Kandou (Guru Besar Epidemiologi, Fakultas Kesehatan Masyarakat
Universitas Sam Ratulangi Manado)
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Kasus penularan Corona Virus – 19 (Covid-19) yang menyebabkan penyakit Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus - 2 (SARS-CoV-2) adalah virus yang menyerang sistem pernapasan tubuh manusia ditemukan pertama kali di Wuhan, China pada akhir tahun 2019.
Penyakit ini telah menyebar secara mendunia meliputi area geografis yang luas dikarenakan daya tular (contagious) yang cepat
dan belum mengindikasikan adanya penurunan penularan angka kesakitan dan kematian. Sampai saat ini, transmisi dari penyakit tersebut telah terjadi di berbagai negara dan Negara Indonesia di 34 provinsi sudah memiliki kasus bahkan 5 juta lebih orang telah terinfeksi Covid-19.
Saat ini penyebarannya Covid-19 di Provinsi Sulawesi Utara sudah terjadi secara transmisi secara lokal. Transmisi lokal adalah penularan infeksi yang terjadi di tengah masyarakat yang hidup pada satu wilayah tertentu baik provinsi maupun kabupaten/kota. Covid-19 yang telah tersebar di tengah - tengah masyarakat, mengakibatkan peluang seseorang terinfeksi tidak mutlak harus mengadakan perjalanan ke luar wilayahnya atau bertemu orang asing di wilayah tertentu lainnya.
Penyebaran Covid-19 pada masyarakat terjadi melalui kontak, terutama kontak dekat dengan orang yang mengidap Covid-19 baik yang sudah ditetapkan sebagai Pasien dalam Pengawasan (PDP) atau pengidap Covid-19 dengan gejala ataupun tanpa gejala.
Informasi dari semua media massa dan media – media sosial lainnya, khususnya di Indonesia, bahwa penyebaran Covid-19 di masyarakat makin meluas dari hari ke hari. Ada beberapa kasus pasien PDP yang melarikan diri dari fasilitas kesehatan dan rumah singgah pasien Covid-19. Demikian pula ada keluarga yang tidak membawa anggota keluarganya yang ditetapkan sebagai pasien PDP ke rumah sakit, berakibat pihak yang berwewenang datang anggota keluarga tersebut. Di sisi lain terjadi penolakan masyarakat terhadap jenazah akibat Covid-19 termasuk pula mengusir tenaga medis dari tempat tinggal rumah/kamar sewaan.
Akibatnya banyak tenaga medis dan paramedisyang terpapar Covid-19 secara langsung maupun tidak
langsung, sampai banyak yang meninggal dunia mengakibatkan pelayanan kesehatan terganggu. Keadaan ini terjadi di Indonesia dan daerah – daerah lain termasuk daerah nyiur melambai.
Gambar ilustrasi di bawah dapat dilihat alur penyebaran Covid-19 dari penderita PDP.
Dapat diambil contoh, seorang kepala keluarga status kesehatannya memiliki positif Covid-19, kepala rumah tangga tersebut memiliki resiko penularan terhadap istri dan anak-anaknya. Apabila salah seorang anaknya, dalam gambar nomor 1 berjenis kelamin laki-laki, berkunjung ke luar kota. Tentu ada kontak secara langsung
maupun tidak langsung dengan orang lain baik itu dalam perjalanannya, penginapannya, berinteraksi dengan warga setempat saat ke rumah makan, pertokoan/pasar di tempat tujuan.
Berapa faktor yang menyebabkan masih menanjak kurva angka kesakitan dan kematian kasus penyebaran Covid-19 pada masyarakat, terutama terjadinya peningkatan yang luar biasa pada tanggal 21 Mei 2020, dimana kasus baru bertambah 973 orang dan kasus kematian bertambah 36 orang, antara lain kepatuhan dari masyarakat yang masih rendah dikarenakan beberapa pertimbangan latar belakang demografi dan mata pencarian sehingga anjuran bahkan peraturan dari pemerintah terabaikan.
Ditemukan keramaian yang ada di tempat-tempat umum seperti di kota – kota besar dan juga daerah lain yang sudah menerapkan peraturanPSBB (Peraturan Pembatasan Sosial Berskala Besar).
Hal-hal yang dapat diperhatikan dalam permasalahan ini antara lain. a). Sosiokultural dari masyarakat yang antara lain norma, nilai, bahkan hukum juga kuat mempengaruhi kepatuhan. Tekanan sosial yaitu cara yang dilakukan oleh suatu kelompok atau masyarakat dalam upaya kontrol sosial agar anggotanya berperilaku
sesuai dengan nilai dan norma yang dianutnya dapat menjadi faktor pendukung
maupun penghalang kepatuhan.
Demikian pula nilai budaya dan kepatuhan terhadap hukum juga berhubungan dengan kepatuhan. Upaya pemerintah mengeluarkan PSBB yang jelas memiliki konsekuensi hukum lebih dipatuhi
daripada yang bersifat suka rela. b). Pengetahuan dan pemahaman tentang wabah
dan (PSBB) yang mempengaruhi kepatuhan masyarakat akan upaya pemerintah
menurunkan angka kesakitan, kecacatan dan kematian akibat dari penyakit SARS-
CoV-2 SARS-CoV-2. Termasuk keakuratan informasi – informasi perihal penyakit
SARS-CoV-2. c). Persepsi terhadap risiko dari penyakit SARS -CoV-2 dimana
semakin seseorang merasa dirinya memiliki risiko untuk dapat terserang penyakit,
akan semakin tinggi tingkat kepatuhannya. d). Adanya ketakutan terhadap
kehilangan pekerjaan yang dapat menurunkan kepatuhan terhadap upaya
penegakan PSBB, termasuk urusan-urusan mendadak, urusan keluarga (anggot
keluarga yang sakit dan meninggal) juga mendorong orang melanggar upaya
penegakan PSBB.
Beberapa literatur memberikan rekomendasi antara lain yang dikeluarkan
pemerintah seperti PSBB harus jelas dan konsisten, disampaikan oleh sumber yang
kredibel dan dipercaya. Demikian pula norma sosial yang mendukung PSBB harus
diperkuat. Contohnya dengan menguatkan pesan kepatuhan terhadap upaya
kekarantinaan sebagai upaya kolektif dalam memerangi wabah. Demikian pula
pemenuhan kebutuhan sehari-hari dari masyarakat yang tentu saja harus dipastikan
stoknya tersedia. Adanya suplai yang cukup dan demand yang terukur, akan
diketahui kebutuhan masyarakat yang telah ditetapkan daerah dengan PSBB.
Lonjakan harga menjadi pertimbangan karena terjadinya kebutuhan yang tinggi,
agar segera dilakukan agar stabilitas harga dapat terjamin.
Pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap wabah merupakan faktor yang
secara konsisten dapat mempengaruhi kepatuhan masyarakat terhadap peraturan
PSBB. Diketahui tingkat kepatuhan masyarakat juga berasosiasi dengan
pengetahuan tentang peraturan PSBB yang diberlakukan dan juga tentang wabah
yang sedang terjadi. Tidak hanya itu saja, kredibilitas sumber informasi juga perlu
menjadi perhatian yang lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/prof-grace-d-kandou.jpg)