Breaking News
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Seorang Sopir Bus Pulang Kampung Jalan Kaki 440 Km Karena Tak Punya Uang Lagi Setelah Di-PHK

Kabarnya akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja di Jakarta Timur akibat pandemi wabah virus corona.

Editor: Glendi Manengal
istimewa/tribun batam
Ilustrasi PHK 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya akibat dari Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK) dari perusahaan tempatnya bekerja di Jakarta Timur akibat pandemi wabah virus corona atau Covid-19.

Terkait hal itu warga Kelurahan Sudiroprajan, Kecamatan Jebres, Solo nekat pulang kampung dengan berjalan kaki dari Cibubur, Jakarta Timur hingga Gringsing, Kabupaten Batang sejauh 440 kilometer.

Diketahui pada saat tiba di Gringsing, pria yang akrab disapa Rio ini diantar pulang oleh komunitas pengemudi pariwisata Indonesia (Peparindo) Jawa Tengah sampai ke kampung halaman di Solo.

Kasus Virus Corona di India Capai 100.000, Laporkan Hampir 5.000 Kasus Baru

Yandri Susanto Soal Keramaian di Pasar Tak Masalah yang Disebut Jokowi: Itu Sudah Melanggar PSBB

Donald Trump Ancam WHO Jika Tak Lakukan Perbaikan Dalam Waktu 30 Hari, Pendanaan Dibekukan Permanen

Rio menceritakan, dirinya bekerja di Cibubur, Jakarta Timur sebagai seorang sopir bus pariwisata sejak 2017.

Sebelum ada corona, bisnis persewaan bus pariwisata di Jakarta masih berjalan dengan baik.

Setelah corona mewabah, bisnis persewaan bus pariwisata mulai terkena dampak. Termasuk perusahaan tempat dirinya bekerja.

Awalnya, hanya beberapa kru bus yang di-PHK. Kemudian semua kru termasuk dirinya juga terkena PHK.

"Saya menerima berita di PHK dari kantor 8 Mei 2020," kata Rio ketika ditemui Kompas.com di Gedung Graha Wisata Niaga Solo, Jawa Tengah, Selasa (19/5/2020).

Rio berpikir antara bertahan hidup di Jakarta atau memilih untuk pulang ke Solo. Jika tetap di Jakarta, dirinya harus membayar uang sewa kontrakan dan masih mencukupi kebutuhan hidup setiap hari.

Sementara dirinya sudah tidak memiliki pekerjaan tetap karena terkena PHK. Dengan penuh pertimbangan, Rio akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halaman di Solo.

"Saya mencoba naik angkutan umum tapi sangat mahal Rp 500.000 tarifnya. Terus yang datang bukan bus tapi ELF dan penumpangannya melebihi kapasitas," terang Rio.

"Akhirnya saya minta uangnya. Paginya saya berangkat lagi pinjam kendaraan pribadi. Sampai di Cikarang harus balik, harus ribut dulu sama petugas. Saya tetap mengotot untuk pulang karena di-PHK tidak ada pendapatan terus mau ke mana?" sambung Rio.

Tidak ingin ribut terlalu lama dengan petugas, Rio akhirnya putar balik dan kembali lagi ke pool. Dia pun berpikir jalan satu-satunya untuk bisa pulang ke Solo adalah dengan berjalan kaki.

Rio berangkat dari Cibubur, Jakarta Timur pada Senin (11/5/2020) setelah shalat Subuh. Pada waktu akan berangkat ke Solo, Rio sempat dicegah oleh teman-tamannya supaya tinggal sementara di rumah mereka.

"Saya tidak mau merepotkan mereka. Saya habis shalat Subuh langsung berangkat dari Cibubur jalan kaki ke Solo," kata dia.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved