Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Uni Eropa soal Penjualan Obat Remdesivir untuk Pengobatan Pasien Covid-19 Diberi Lampu Hijau

Kabarnya dari Uni Eropa bisa memberikan lampu hijau dalam beberapa hari mendatang untuk penjualan remdesivir sebagai pengobatan pasien virus corona ba

Editor: Glendi Manengal
(POOL/REUTERS)
Uni Eropa soal Penjualan Obat remdesivir beri lampu hijau 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya dari Uni Eropa bisa memberikan lampu hijau dalam beberapa hari mendatang untuk penjualan remdesivir sebagai pengobatan pasien virus corona baru.

Dan sementara itu Amerika Serikat (AS) belum mengeluarkan persetujuan yang sama untuk obat buatan Gilead tersebut. Gilead adalah perusahaan farmasi asal negeri uak Sam.

Diketahui dari Badan Obat dan Makanan AS (FDA) baru sebatas menyalakan lampu hijau untuk penggunaan darurat kepada pasien virus corona dalam kondisi parah dan memakai ventilator.

China Mendukung WHO Soal Evaluasi Atas Respons Global Terhadap Pandemi Virus Corona

2 Perawat Positif Corona, Pemerintah Kota Ambon Menutup Sementara Layanan Kesehatan di Puskesmas

591 WNI dari Luar Negeri yang Tiba di Indonesia Dinyatakan Positif Virus Corona

ILUSTRASI Vaksin virus corona
ILUSTRASI Vaksin virus corona (Fresh Daily)

Permintaan remdesivir menanjak karena saat ini tidak ada perawatan atau vaksin untuk Covid-19, penyakit pernapasan yang disebabkan virus corona, yang dapat persetujuan.

"Mungkin otorisasi pasar bersyarat bisa dikeluarkan dalam beberapa hari mendatang," kata Kepala Badan Pengawas Obat Uni Eropa (EMA) Guido Rasi, Senin (18/5), dalam dengar pendapat di Parlemen Uni Eropa di Brussels, seperti dikutip Reuters.

Otorisasi pemasaran bersyarat UE memungkinkan penjualan obat selama setahun di 27 negara anggota blok itu, sebelum semua data mengenai kemanjuran dan efek sampingnya tersedia.

EMA telah merekomendasikan penggunaan darurat remdesivir, yang memungkinkan pemberian obat itu kepada pasien, bahkan sebelum mengeluarkan izin penjualannya.

Rekomendasi EMA tersebut sama dengan otorisasi darurat yang FDA berikan pada awal Mei, setelah Gilead memberikan data yang menunjukkan remdesivir membantu pasien Covid-19.

Namun, Uni Eropa kini bergerak cepat ke langkah selanjutnya dalam prosedur otorisasi.

FDA menyebutnya sebagai "persetujuan dipercepat", untuk obat-obatan yang lulus semua tes sebelum pemasaran.

Gilead mengatakan, mereka sedang berdiskusi dengan produsen kimia dan obat-obatan lainnya untuk memproduksi remdesivir untuk Eropa dan Asia hingga setidaknya 2022.

Perusahaan ini juga menegosiasikan lisensi jangka panjang dengan beberapa pembuat obat generik di India dan Pakistan untuk memproduksi remdesivir buat negara berkembang.

Tetapi, masih belum jelas, seberapa cepat jumlah obat yang tersedia bisa memenuhi kebutuhan dunia akan perawatan Covid-19.

Selain remdesivir, Rasi mengatakan, pengobatan lain Covid-19 yang mungkin tersedia dengan cepat adalah yang berdasarkan pada antibodi monoklonal, yang bisa "menetralkan" virus corona.

Seorang Pemudik Ditemukan Gantung Diri di Rumahnya, Pemakamannya Mengikuti Protokol Coivd-19

Jerman Investigasi soal Awal Penyebaran Kasus Covid-19, Sudah Ada Sebelum Muncul Gejala

Memanas, Raja Malaysia Beri Saran Agar Jangan Menyeret Negara Ini Lagi ke Ketidakpastian Politik

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul " Uni Eropa beri lampu hijau penjualan remdesivir untuk pasien corona "

Sumber: Kontan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved