Berita Sulut

Serikat Buruh Keberatan 10 Security dari Perumahan GPI Dirumahkan Tanpa Batas Waktu

Sepuluh security ditemani pengurus dari Serikat Buruh Sulawesi Utara (Sulut) ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Manado untuk mengadukan nasib

Tribun Manado / Fistel Mukuan
10 Security mengadu di Disnaker Manado 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Sepuluh security ditemani pengurus dari Serikat Buruh Sulawesi Utara (Sulut) ke Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Manado untuk mengadukan nasib meraka, Senin (18/5/2020).

Saat Tribun Manado mengunjungi Dinas Tenaga Kerja Kota Manado, terlihat 10 pria berbadan kekar sedang mengurus administrasi.

Mereka mengaku untuk mengadukan nasib mereka yang dirumahkan tanpa upah dari perusahaan yang mereka bekerja.

Sepuluh 10 security ini bekerja di Perumahan Griya Paniki Indah (GPI), mereka dirumahkan tanpa batas waktu dan tanpa upah, dan nanti dipanggil kalau Covid-19 sudah berakhir.

Jetmon Nalang Selaku Pengurus Wilayah Serikat Buruh Merdeka Setia Kawan Sulut mengatakan, sekarang ada edaran menteri nomor 3 tentang perlindungan pekerja dalam rangka persoalan Covid-19.

Khasiat Daun Pakoba Bisa Cegah Covid-19, Bisa Diseduh Seperti Minum Teh

"Persoalannya sekarang, dari aturan normatif bertentangan dengan perusahaan. Aturan normatif yang dirumahkan harus bayar jangan alasan Covid-19," kata Jetmon.

Lanjutnya, sekarang kalau perusahaan merugi dan tidak bayar karyawan harus mengajukan neraca yang dari akuntan publik baru menyatakan merugi kalau tidak ada itu tidak bisa.

"Properti beda dengan kontruksi, karena kalau properti jual rumah langsung dibayar masakan mau bilang dirugikan. Yang dirugikan sekarang dengan adanya Covid-19 yang paling parah pariwisata bukan perusahaan perumahan," tegasnya.

Revisi PKPU Terus Digodok, Pilkada Sulut Berpotensi Ditunda Tahun Depan

Baginya di luar pariwisata, kejadian seperti ini adalah alasan atau trik pengusaha yang tidak mau membayar akad normatik pekerja.

"Kami dari serikat buruh sekarang, keberatan dan keras harus hantam ini, karena sepanjang dirumahkan mau makan apa," ucapnya.

Ia juga bilang kemudian THR, berdasarkan Permen nomor 6 tahun 2016, sebulan saja kerja berhak mendapatkan proposional apalagi kalau mereka sudah kerja kurang lebih lima tahun.

Baznaz Sulut dan Pegadaian Salurkan 1.500 Paket Bahan Pokok bagi Kaum Dhuafa di Manado

Ia melihat sampai sejauh mana kepedulian pengusaha kepada mereka yang dirumahkan, masakan tidak dibayar perusahaan masih berjalan.

"Sekarang mereka mau mengurus Jaminan Hari Tua (JHT) di BPJS Kesehatan, tapi tidak bisa karena dirumahkan tidak PHK apalagi tanpa batas waktu," tegasnya dengan nada tinggi.

Ia berpikir bagaimana kalau sudah dirumahkan dan tanpa batas waktu, supaya tidak mendapatkan pesangon dan mau makan apa setelah kerja di tempat mereka bilang sudah resain supaya tanpa pesangon. (fis)

BREAKING NEWS, Data Virus Corona di Sulawesi Utara Bertambah 2 Menjadi 116 Kasus

Penulis: Fistel Mukuan
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved