Virus Corona
Doni Monardo: Belum Ada Kepastian Vaksin, Kemungkinan Kita Selamanya Akan Hidup Dengan Covid-19
Doni Monardo menyebut, hingga kini belum ada kepastian kapan pandemi virus corona akan berakhir.
TRIBUNMANADO.CO.ID - Wabah virus corona yang berawal dari kota Wuhan, China, sampai saat ini masih terus menyebar keseluruh dunia.
Kasus pandemi virus corona sampai saat ini masih terus meningkat di indonesia, pemerintah sudah melakukan segala cara untuk mencegah virus corona terus menyebar di seluruh indonesia, dengan menetapkan protokol kesehatan.
Sebelumnya sudah dikabarkan dari WHO bahwa kemungkinan virus corona tak akan hilang dan menjadi seperti penyakit HIV.
Terkait hal itu dari Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo menyebut, hingga kini belum ada kepastian kapan pandemi virus corona akan berakhir.
Sehingga, masyarakat pun harus beradaptasi untuk bisa beraktivitas normal sambil menerapkan protokol kesehatan.
• Viral Tagar Indonesia Terserah soal Bandara Soetta, Pengorbanan Tenaga Medis Jadi Tak Ada Gunanya
• Seorang Pria Mendadak Meninggal saat Membeli Sate, Warga Sekitarnya Panik
• Memanas, Raja Malaysia Beri Saran Agar Jangan Menyeret Negara Ini Lagi ke Ketidakpastian Politik

"Sejauh ini belum ada lembaga yang berani mengatakan kapan Covid-19 akan berakhir termasuk juga belum ada kepastian kapan vaksin akan ditemukan. Sehingga sangat mungkin kita akan selamanya hidup dengan Covid-19," ujar Doni dalam video conference usai rapat terbatas bersama Presiden Jokowi, Senin (18/5/2020).
Doni mengatakan, Gugus Tugas telah memberikan beberapa masukan terkait strategi menghadapi kondisi new normal, termasuk pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar.
Namun dia menekankan pentingnya prakondisi melalui survei, kajian, dan riset terkait waktu yang tepat untuk memulai pelonggaran.
Menurut dia, Presiden Joko Widodo telah meminta agar dilakukan kajian daerah-daerah mana saja yang sudah bisa diterapkan kebijakan pengurangan pembatasan.
Hal itu harus dilihat berdasarkan data daerah mana yang angka penyebarannya masih rendah.
"Tentu adalah daerah-daerah yang memiliki kriteria hijau. Kalau kita lihat dari 34 provinsi di Indonesia, memang tingkat kasusnya masih relatif rendah," ucapnya.
"Tapi namun demikian tetap kajian secara data dan juga riset memiliki peran yang penting".
"Sehingga nantinya mana daerah yang dibuka mana yang diberikan pengurangan pembatasan tidak keliru," sambung Doni.
Soal hidup di era normal baru ini sebelumnya juga sempat disampaikan langsung Jokowi.
Kepala Negara menegaskan bahwa masyarakat harus hidup berdampingan dengan Covid-19 karena sampai saat ini vaksin belum ditemukan.