Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

China Akui Tudingan AS Soal Sampel Awal Virus Corona yang Dihancurkan di Laboratorium Tak Resmi

Konfirmasi dari pihak China akhirnya akui Tudingan Amerika Serikat soal sampel Virus Corona dan Laboratorium tak resmi.

Editor: Glendi Manengal
Istimewa
AS dan China 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Konfirmasi dari pihak China akhirnya akui Tudingan Amerika Serikat soal sampel Virus Corona dan Laboratorium tak resmi.

Diketahui saat ini hubungan Amerika Serikat dan China makin memanas sejak pandemi Virus Corona atau covid-19 bermula di Wuhan.

Sebelumnya sudah berulang kali Presiden Amerika Serikat Donald Trump membeberkan kecurigaannya terkait asal mula Virus Corona yang disebutnya berasal dari Laboratorium.

China: Desak AS untuk Hentikan Penindasan Tak Masuk Akal Atas Huawei dan Perusahaan Tiongkok Lainnya

Makin Memanas, China Sebut AS Belum Bayar Anggaran Rutin dan Pemeliharan Kepada PBB

India Lewati Kasus Virus Corona China dengan Total 85.940 Pasien Positif Covid-19

China dan AS
China dan AS (kompas.com)

Belakangan, China mengakui telah menghancurkan sampel Virus Corona di Laboratorium tak resmi, persis seperti dugaan Amerika Serikat.

Pada Jumat (15/5/2020), China mengkonfirmasi telah memerintahkan laboratorium yang tidak sah untuk menghancurkan sampel Virus Corona baru pada tahap awal wabah, tetapi mengatakan itu dilakukan karena alasan keamanan hayati.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah berulang kali mengatakan bahwa Beijing menolak untuk menyediakan sampel Virus Corona yang diambil dari pasien ketika penularan dimulai di China akhir tahun lalu.

Dan mengatakan bahwa otoritas China telah menghancurkan sampel awal.

Dilansir oleh South China Morning Post, Liu Dengfeng, seorang pejabat di departemen ilmu pengetahuan dan pendidikan Komisi Kesehatan Nasional, mengatakan ini dilakukan di laboratorium yang tidak sah untuk "mencegah risiko keselamatan biologis laboratorium dan mencegah bencana sekunder yang disebabkan oleh patogen tak dikenal".

"Pernyataan yang dibuat oleh beberapa pejabat AS diambil di luar konteks dan dimaksudkan untuk membingungkan," katanya pada sebuah pengarahan di Beijing.

Ketika penyakit seperti pneumonia pertama kali dilaporkan di Wuhan, "lembaga profesional tingkat nasional" bekerja untuk mengidentifikasi patogen yang menyebabkannya, kata Liu.

"Berdasarkan penelitian yang komprehensif dan pendapat ahli, kami memutuskan untuk sementara waktu mengelola patogen yang menyebabkan pneumonia sebagai Kelas II - sangat patogen - dan memberlakukan persyaratan keamanan hayati pada pengumpulan sampel, transportasi dan kegiatan eksperimental, serta menghancurkan sampel," katanya.

Liu menambahkan bahwa tindakan ini sejalan dengan praktik standar China untuk menangani sampel yang sangat patogen, yang seharusnya tidak dilakukan oleh laboratorium yang tidak memenuhi persyaratan.

Patogen Kelas II dapat ditularkan di antara manusia atau hewan, atau antara manusia dan hewan, dan menyebabkan penyakit serius seperti sindrom pernapasan akut (Sars) dan cacar.

Ketegangan meningkat antara Beijing dan Washington ketika mereka saling melempar tuduhan mengenai asal virus itu, yang telah menewaskan lebih dari 300.000 orang di seluruh dunia.

Dan China sendiri kini berada di bawah tekanan internasional untuk memungkinkan penyelidikan atas penanganan pandemi tersebut.

Halaman
123
Sumber: TribunnewsWiki
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved