Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona di Sulut

UPDATE Virus Corona di Sulut Jumat 15 Mei 2020, Bertambah 22, Total Ada 105 Kasus

Update terkini peta sebaran penanganan virus corona di sulut kembali disampaikan pemerintah pusat, pada Jumat 15 Mei 2020.

Penulis: Gryfid Talumedun | Editor: Gryfid Talumedun
Tribun Jateng/Re Klara Muhammad Cuba
Ilustrasi virus corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kasus covid-19 di sulut kembali bertambah hari ini.

Setelah sebelumnya hanya 83 pasien terkonfirmasi, kini sudah bertambah 22 orang menjadi 105 orang.

Update terkini peta sebaran penanganan virus corona se-Indonesia kembali disampaikan pemerintah pusat, pada Jumat 15 Mei 2020.

UPDATE Covid-19 di Indonesia 15 Mei 2020: Bertambah 490, Total Ada 16.496 Kasus

Pada data sebaran terkini yang dibagikan di website covid19.go.id, menjelaskan bahwa Sulawesi utara pada hari ini terjadi penambahan pasien virus corona.  

Hal tersebut berdasarkan data sebaran terkini yang diinformasikan pemerintah pusat.

Tribunmanado masih menunggu informasi tambah dari satgas covid19 sulut.

Terpisah pada dalam jumpa pers pada Kamis (14/5/2020) Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Sulut dr Steaven Dandel mengatakan bahwa klaster pasar Pinasungkulan Karombasan Manado, menjadi salah satu perhatian semenjak ada kasus pasien Covid-19.

Dengan begitu Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Kesehatan melakukan pemeriksaan kepada pedagang yang berada dipasar agar bisa secepatnya memutus rantai penyebaran di pasar ini.

"Hari ini dilaporkan kepada kami di klaster pasar Pinasungkulan Karombasan ada 42 orang yang dilakukan rapid test dengan hasil ada 7 yang raektif," kata Steaven Kamis (14/5/2020)

Juru bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steaven Dandel
Juru bicara Satgas Covid-19 Pemprov Sulut dr Steaven Dandel (Tribun Manado / Fistel Mukuan)

Akibat Virus Corona Kerjaan Terhenti, Seorang Buruh Bangunan Buat Uang Palsu, Belajar dari Youtube

Lanjut Steaven, olah karena itu klaster pasar Pinasungkulan Karombasan menjadi perhatian.

"Besok akan ada perkembangan yang cukup signifikan terkait klaster ini," tambah Dandel

Dandel meminta dengan sangat kepada masyarakat, diskriminasi seperti itu bukan membuat pasien cepat sembuh malahan menambah mereka semakin tertekan.

"Pasien sementara berjuang tapi malahan dikucilkan, keluarga mereka juga dibuat dengan tidak semestinya, karena tidak ada seorangpun yang ingin terpapar," tegas Dandel.

Dandel menekankan kepada masyarakat Sulut, penyebab mereka kebanyakan dalam pekerjaan.

"Semua perawat dan dokter yang terkena Covid-19, diakibatkan karena merawat dan melayani berperang melawan Covid-19," tegas Dandel.

Setiap jumpa pers Dandel terus mengajak masyarakat agar terus berdoa kepada Tuhan, apapun agamanya agar pandemi ini cepat berakhir.

Jubir juga meminta, agar semua masyarakat saling topang menopang, agar virus ini cepat berakhir dan tidak ada diskriminasi.

Update di Indonesia

Pemerintah menyatakan bahwa masih ada penularan virus corona di masyarakat yang menyebabkan kasus Covid-19 di Indonesia masih bertambah.

Berdasarkan data yang masuk hingga Jumat (15/5/2020) pukul 12.00 WIB. ada 490 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Penambahan itu menyebabkan total ada 16.496 kasus Covid-19 di Indonesia, sejak kasus pertama diumumkan pada 2 Maret 2020.

Hal ini diungkapkan juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta pada Jumat sore.

Data yang sama juga menunjukkan bahwa ada penambahan 285 pasien Covid-19 yang sembuh dalam sehari.

Kepastian sembuh itu didapatkan setelah pasien menjalani dua kali pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR) dan hasilnya negatif virus corona.

Dengan demikian, total ada 3.803 pasien Covid-19 yang sudah dinyatakan sembuh dari seluruh rumah sakit dan tempat perawatan di Indonesia.

Namun, Yurianto juga menyampaikan kabar duka dengan masih adanya pasien yang meninggal dunia setelah sebelumnya dinyatakan positif virus corona.

Ada penambahan 33 pasien Covid-19 yang meninggal dalam periode 14 - 15 Mei 2020.

Dengan demikian, total ada 1.076 pasien Covid-19 yang tutup usia sepanjang pencatatan Covid-19 di Indonesia.

Sindikat Yakuza Kena Dampak Virus Corona, Bisnis Mereka Krisis, Terpaksa Lakukan Pekerjaan Ini

WNI Positif Covid-19 di Luar Negeri Bertambah 20, Total 793 Orang

Warga negara Indonesia ( WNI) yang terkonfirmasi positif Covid-19 hingga Jumat (15/5/2020) berjumlah 793 orang.

Jumlah tersebut bertambah 20 orang dalam 24 jam yang tersebar di tiga negara.

"Tambahan WNI terkonfirmasi Covid-19 di Kuwait, Qatar, dan Uni Emirat Arab," tulis keterangan Kemlu, Jumat.

Secara rinci, penambahan di UEA sebanyak satu orang sehingga saat ini akumulasi kasus terkonfirmasi positif sebanyak 29 orang.

Sementara penambahan di Kuwait sebanyak sembilan orang, sehingga akumulasinya menjadi 26 orang. Seluruh WNI terkonfirmasi positif di negara tersebut dalam keadaan stabil.

Sedangkan di Qatar, penambahan kasus positif sebanyak sepuluh orang, sehingga total 30 orang terkonfirmasi positif.

Dari jumlah tersebut, lima di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 25 orang lainnya dalam keadaan stabil.

Masih berdasarkan data yang disampaikan, tidak ada penambahan kasus sembuh baru. Meski demikian, terdapat satu kasus meninggal dunia yakni di UEA.

"Total WNI terkonfirmasi Covid-19 di luar negeri adalah 793: 394 sembuh, 44 meninggal dan 355 dalam perawatan," tulis keterangan itu.

Berikut sebaran kasus WNI positif Covid-19 di berbagai negara:

1. Amerika Serikat: 62 WNI (19 sembuh, 30 stabil, 13 meninggal)

2. Arab Saudi: 104 WNI (22 sembuh, 70 stabil, 12 meninggal)

3. Australia: 2 WNI (stabil)

4. Belanda: 7 WNI (2 sembuh, 1 stabil, 4 meninggal dunia)

 Jubir Penanganan Covid-19 Achmad Yurianto Mendapat Penghargaan Public Relation of The Year

5. Belgia: 2 WNI (1 sembuh, 1 stabil) 

6. Brunei Darussalam: 5 WNI (4 sembuh, 1 stabil)

7. Ekuador : 1 WNI (sembuh)

8. Filipina: 1 WNI (stabil)

9. Finlandia: 1 WNI (sembuh)

10. India: 75 WNI (74 sembuh, 1 stabil)

11. Inggris: 19 WNI (14 sembuh, 2 stabil, 3 meninggal)

12. Irlandia: 1 WNI (sembuh)

13. Italia: 3 WNI (sembuh)

14. Jepang: 2 WNI (1 stabil, 1 sembuh)

15. Jerman: 11 WNI (7 sembuh, 3 stabil, 1 meninggal)

16. Kamboja: 2 WNI (sembuh)

17. Kanada: 1 WNI (stabil)

18. Korea Selatan: 1 WNI (sembuh)

19. Kuwait: 26 WNI (stabil)

20. Malaysia: 108 WNI (27 sembuh, 79 stabil, 2 meninggal dunia)

21. Oman: 1 WNI (sembuh)

22. Pakistan: 32 WNI (31 sembuh, 1 stabil)

23. Perancis: 4 WNI (3 sembuh, 1 stabil)

24. UEA: 29 WNI (12 sembuh, 15 stabil, 2 meninggal dunia)

25. Qatar: 30 WNI (5 sembuh, 25 stabil)

26. RRT (Makau): 3 WNI (sembuh)

27. Rusia: 9 WNI (1 sembuh, 8 stabil)

28. Singapura: 51 WNI (37 sembuh, 12 stabil, 2 meninggal)

29. Spanyol: 13 WNI (11 sembuh, 2 stabil)

30. Swedia : 1 (stabil)

31. China Taipei: 3 WNI (sembuh)

32. Thailand: 1 WNI (stabil)

33. Turki: 2 WNI (1 sembuh, 1 meninggal)

34. Vatikan: 8 WNI (6 sembuh, 2 stabil)

35. International conveyance (kapal pesiar): 172 WNI (100 sembuh, 68 stabil, 4 meninggal dunia)

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul UPDATE 15 Mei: Ada 16.496 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 490

Sumber: Tribun Manado
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved