Update Virus Corona Dunia

Virus Corona, Betulkan Berasal dari Tahi Kelelawar?

Di situs belanja online terbesar AS, Amazon, tahi kelelawar masuk dalam kategori bahan makanan dan dijual Rp 43 ribu.

analyticalscience.wiley.com
Kelelawar dianggap sebagai sumber virus corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Para ilmuwan berupaya mengungkap sumber virus corona baru atau Covid-19 yang kini mewabah di dunia.

Banyak di antara mereka menduga virus tersebut berasal dari kelelawar, yang menjadi sumber berbagai macam virus corona.

Meski terjadi pandemi, perdagangan global produk kelelawar terus berlanjut, termasuk tahi kelelawar yang sangat mahal, yang disebut guano.

Tahi kelelawar umumnya digunakan di seluruh dunia sebagai pupuk, tetapi juga digunakan sebagai obat.

Ini bisa ditemukan di situs belanja online terbesar AS, Amazon.

Di Amazon, tahi kelelawar masuk dalam kategori bahan makanan, Grocery & Gourmet Food. Menurut daftar harga, guano dijual seharga 2,95 dolar atau Rp 43 ribu (kurs Rp 14.849) oleh penjual obat tradisional Cina.

Donald Trump Sebut Virus Corona Buatan Manusia, WHO Bersikeras Berasal dari Kelelawar

Dikenal sebagai Ye Ming Sha, atau Night Ling Sand, tahi kelelawar merupakan salah satu bahan paling populer dalam pengobatan tradisional Cina.

Bahan ini digunakan untuk mengobati gangguan mata, stasis darah dan emboli.

Karena kelelawar menangkap serangga yang terbang di malam hari, tahi kelelawar secara tradisional dianggap meningkatkan penglihatan pada malam hari.

Beberapa tabib merekomendasikan menempelkan tahi kelelawar langsung pada mata.

SEANDAINYA Wanita Kelelawar Tak Dihambat Kerjanya, Dunia Takkan Babak Belur Dihajar Corona

Halaman
123
Editor: maximus conterius
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved