Ramadan 2020
Kegembiraan Orang yang Berpuasa
“Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya” (muttafaq ‘alaihi)
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
Penulis: Supriadi SAg MPdI (Staf Pengajar SMA Negeri 1 Manado, Ketua DPW AGPAII Provinsi Sulawesi Utara)
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - “Bagi orang yang melaksanakan puasa ada dua kebahagiaan; kebahagiaan ketika berbuka, dan kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya” (muttafaq ‘alaihi)
Setiap orang menginginkan kegembiraan, kesenangan atau kebahagiaan. Tidak peduli latar belakangnya, inilah kudratnya manusia yang hidup. Tak satupun yang ingin menjalani kehidupan ini dengan kesusahan, kesedihan dan kesengsaraan.
Berbahagialah umat Islam karena Allah swt memberikan sebuah moment berharga baginya untuk mendapatkan kegembiraan dan kebahagiaan meski secara lahiriah tampak menyusahkan.
Kedatangan bulan Ramadhan dengan ibadah puasa di dalamnya, sesuai hadis qudsi di atas pastinya memberikan dua kebahagiaan bagi umat Islam yang beriman dan melaksanakan kewajiban puasa di bulan tersebut.
• Viral Marah ke Menteri hingga Saling Sindir dengan Bupati Lumajang, Ini Penjelasan Bupati Boltim
Pertama, kebahagiaan ketika berbuka puasa. Secara fisik, orang yang berpuasa tentu merasa lapar dan haus. Waktu terasa berjalan begitu lama. Tak sabar ingin segera berbuka dan membasahi tenggorokannya meski dengan seteguk air.
Semua keinginan itu tertahan dengan keimanan dalam menjalankan puasa. Inilah salah satu sebab diganjarnya orang berpuasa dengan pahala berlipat ganda yang tak terhingga. Banyaknya godaan, tak menggoyahkan prinsip ibadah yang dijalaninya.
Jika ia mampu melaluinya, maka betapa nikmatnya ketika seteguk air meredakan rasa hausnya sepanjang hari. Inilah awal kebahagiaan bagi orang yang berpuasa. Takkan bisa digambarkan dengan kata-kata atau bahkan dinilai dengan materi.
Ibarat seorang musafir di tengah padang pasir, maka ia tidak lagi membutuhkan harta berlimpah, namun cukuplah baginya seteguk air yang mampu memuaskan dahaganya. Maka nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan.
• UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia Jumat 8 Mei 2020, Bertambah 336 Positif, Kini Ada 13.112 Orang
Makna 'berbuka puasa' ini oleh para ahli tafsir kemudian dikembangkan lebih luas hingga pada wilayah idul fitri. Sejatinya tidak ada umat Islam yang bersedih pada saat Idul Fitri karena inilah hari raya, saat semua orang merasa gembira apalagi yang berpuasa sebulan penuh. Semuanya harus berbuka dan tidak boleh ada yang berpuasa pada hari ini.
Kedua, kebahagiaan ketika bertemu dengan Rabbnya. Inilah kenikmatan tertinggi yang diperoleh orang yang berpuasa dengan sungguh-sungguh di akhirat kelak. Karena kesungguhannya ia akan mendapatkan maghfirah dari Allah, diampuni dosa-dosanya yang lampau.
Orang yang bersih dari segala dosa dan kesalahan, tentu merasakan kebahagiaan luar biasa. Allah siapkan tempat khusus bagi mereka, orang-orang yang berpuasa dan mereka diperkenankan untuk bertemu dengan Rabbnya.
Rasanya tiada lagi kebahagiaan yang bisa terungkapkan ketika seseorang berjumpa dengan kekasih yang sangat dirindukannya. Orang yang betul-betul serius dengan puasanya, mereka tidak lagi menginginkan kebahagiaan yang lain di dunia ini selain kesempatan untuk bertemu dengan Tuhannya.
Kebahagiaan fisik berupa hilangnya dahaga ketika berbuka, belum seberapa nikmatnya dibandingkan dengan orang beriman yang berpuasa dan bisa menemui kekasihnya Allah Jaljalalah. Semoga kita mampu mendapatkan dua kebahagiaan ini dan tidak menjadi orang-orang yang lalai dalam menggapai ampunan Allah. Aamiin. (Ang)