Update Virus Corona Dunia
Dokumen Rahasia Bocor, Kebohongan China Soal Covid-19 Terungkap, Ternyata Sudah Diawasi
salah satu isinya juga membahas tentang rantai peristiwa bencana yang dimulai di China bulan Desember.
Virus yang diidentifikasi dengan nama virus corona, selesai diurutkan genetiknya selama 3 hari oleh Shi, 96 persen mirip dengan yang ditemukannya dari kelelawar di Yunnan.
Setelah menyelesaikan pekerjaanya, Shi dijuluki wanita kelelawar, dia adalah yang pertama menerima panggilan ketika pasien mengalami gejala penyakit itu.
Dia melakukan konferensi diluar Wuhan, kemudian kembali ke Lab nya di Wuhan pada 30 Desember tahun lalu.
• Persipura Jayapura Sumbang Subsidi PT Liga Indonesia Baru ke Satgas Covid-19 Nasional
Selama 16 tahun bekerja dengan kelelawar, Shi menemukan bahwa daerah subtropis China, merupakan kawasan potensial untuk penularan penyakit dari hewan ke manusia.
Dia mengatakan, "Saya tidak berharap hal itu terjadi di Wuhan, tetapi di China Tengah, saya berpikir mungkinkah mereka datang dari lab kami?"
Selama beberapa hari kemudian, dia mengkhawatirkan kemungkinan virus itu bocor dari labnya, kemudian menyebar melalui pasar hewan di Wuhan.
Namun setahun sebelum wabah itu menyerang Shi sudah memperingatkan ancaman itu.
Dalam sebuah penelitian, dia menekankan pentingnya meneliti ancaman kelelawar dan virus corona, Shi mempertimbangkan kemungkinan pandemi persis seperti yang terjadi sebelumnya.
Shi yang merupakan 1 dari 3 pakar di Institut Virology Wuhan, juga meneliti tentang MERS, SARS, dan Flu Babi, dan melihat kemungkinan pandemi lain muncul.
Laporan itu mengatakan, sama dengan ketiga wabah ini bisa muncul kembali dari kelelawar karena dua di antara berasal dari China.
Menurutnya, risiko pasar basar juga bisa menjadi tempat penyebaran penyakit, didasarkan pada pola makan orang China.
"Budaya makanan di China menyatakan bahwa hewan yang disembelih hidup lebih bergizi, dan kepercayaan ini bisa menularkan virus."
Jauh sebelumnya Shi dan timnya telah memperingatkan pada 2018, bahwa kelelawar bisa menularkan virus corona ke manusia.(*)