Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Dokumen Rahasia Bocor, Kebohongan China Soal Covid-19 Terungkap, Ternyata Sudah Diawasi

salah satu isinya juga membahas tentang rantai peristiwa bencana yang dimulai di China bulan Desember.

Editor: Indry Panigoro
Istimewa
Pemakaman Bayi Status PDP Covid-19 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Sebuah dokumen rahasia setebal 15 halaman bocor mengungkapkan misteri soal Covid-19 dan kebohongan China dalam menutupi kasus ini.

Laporan yang dibuat oleh aliansi Five Eyes, bocor ke Saturday Telegraph, salah satu isinya juga membahas tentang rantai peristiwa bencana yang dimulai di China bulan Desember.

Seorang virologis bernama Shi Zhengli, adalah wanita yang dikreditkan membuka kode genetik Covid-19 dalam beberapa hari, setelah wabah ini menyerang masyarakat.

Aparat Kepolisian di Minahasa Gencar Lakukan Pencegahan Covid-19

 

Namun, tujuh hari China menahan informasinya dari seluruh dunia, dan ketika itu pandemi mulai menyebar ke seluruh dunia.

Shi diberangus karena mengungkapkan temuannya tersebut.

Menurut Daily Mirror pada Selasa (5/5/20), sebuah dokumen juga disebut bahwa China menghancurkan bukti, tentang wabah virus corona dan menghambat upaya mengembangkan vaksin.

Intelijen meyakini, bukti virus yang diluncurkan laboratorium dan permintaan untuk memberikan sampel langsung pada ilmuwan Internasional ditolak.

Sementara, pejabat intelijen mengatakan virus itu berasal dari laboratoium Wuhan, klaim tersebut juga disuarakan oleh Presiden Amerika Donald Trump.

Tetapi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sempat membantahnya, dan mengatakan bahwa sesuai urutan genetiknya virus itu berasal dari alam.

Setelah wabah menyebar China mengunci kota Wuhan, meskipun ada laporan jutaan orang sudah meninggalkan kota tersebut dan menyebar ke seluruh dunia.

Juga klaim China untuk menyalahkan kios pasar di Wuhan, tanpa memberikan sampel langsung, dinilai sangat mencurigakan.

Badan Intelijen hingga kini terus menyelidiki, apakah virus itu secara sengaja atau tidak bocor dari laboratorium Wuhan, dengan beberapa studi yang dilakukan oleh Shi Zhengli.

Shi Zhengli sudah menjadi virologi selama 16 tahun, terakhir dia adalah penemu virus SARS yang berasal dari gua kelelawar.

Setelah mempelajari sampelnya, infeksi pernapasan misterius muncul di Tiongkok pada bulan Desember dan penyakit itu dianggap mirip dengan SARS.

Halaman
12
Sumber: Bangka Pos
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved