Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Apple dan Google Larang Gunakan Fitur Lacak Lokasi Covid-19, Itu Hanya untuk Pihak Berwenang

Apple dan Google melarang penggunaan fitur pelacak lokasi di aplikasi contact tracing sedang dikembangkannya, untuk mengurangi penyebaran virus corona

Editor: Glendi Manengal
razorsync.com
Apple dan Google Melarang penggunaan fitur pelacakan lokasi 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya dari perusahaan Apple dan Google melarang penggunaan fitur pelacak lokasi di aplikasi contact tracing yang sedang dikembangkannya, untuk mengurangi penyebaran virus corona.

Mengenai hal tersebut, pihak yang boleh menggunakan fitur pelacak lokasi dalam aplikasi contact tracing itu hanyalah pihak yang berwenang atasi masalah kesehatan saja.

Hal itu merupakan kebijakan yang dibuat Apple dan Google karena kekhawatiran yang muncul di tengah masyarakat, bahwa data lokasi akan dikumpulkan oleh pemerintah masing-masing negara.

22 Anak Terinfeksi Virus Corona dari Orang Tua di NTB, Ini Penjelasannya

29 Pasien Virus Corona Dinyatakan Sembuh di Kota dan Kabupaten Bogor

Moda Transportasi Besok Mulai Beroperasi Untuk Pejabat, Ini Tanggapan Masyarakat

Kembali Terjadi, Ribuan Cacing Muncul dari Dalam Tanah di Lombok Tengah, Ada Apa?

Menurut kedua raksasa perusahaan teknologi itu, sistem mereka hanya menggunakan sinyal Bluetooth untuk mendeteksi kontak, tidak menggunakan atau menyimpan data lokasi GPS.

Keputusan untuk tidak memakai data GPS dalam sistem contact tracing yang dikembangkan Apple dan Google, juga disebabkan karena sinyal GPS bisa membuat daya baterai cepat habis jika dibiarkan terus menyala.

Saat ini, sudah ada beberapa pengembang aplikasi yang membuat sistem pelacak Covid-19 mereka sendiri, tanpa menggunakan sistem yang dibuat oleh Google dan Apple. Sebagian dari mereka ada yang mengumpulkan data GPS, ada pula yang hanya mengandalkan Bluetooth.

"Kalau pendekatan mereka (Apple dan Google) lebih efektif dibandingkan solusi buatan kami, maka kami dengan senang hati akan menyertakannya dalam aplikasi kami yang sudah ada," ujar perusahaan software Twenty.

Dikutip KompasTekno dari GadgetsNow, Rabu (6/5/2020), ahli keamanan juga telah mengingatkan bahwa jika data lokasi GPS yang berkaitan dengan kondisi kesehatan ini bocor, maka bisa merugikan baik bagi individu maupun bisnis.

Sebelumnya, Apple dan Google menyatakan bakal membuat sistem pelacak Covid-19 yang akan disebar ke ponsel Android dan iOS.

Kini, tools untuk melacak penyebaran virus tersebut kabarnya sudah disebar ke berbagai lembaga kesehatan dunia, sehingga lembaga-lembaga tersebut bisa mengembangkan aplikasi pelacak Covid-19, baik di platform Android maupun iOS.

Apple dan Google juga bakal membatasi hanya boleh ada satu aplikasi contact tracing di suatu negara, yang menggunakan sistem mereka. Hal ini guna meminimalisir fragmentasi, serta agar adopsinya lebih luas.

Nadiem Soal Corona: Akibat Masukan Para Ilmuan Tidak Diperhatikan

Saat Pandemi Virus Corona Pejabat Boleh Keluar Kota, Membuat Warga Sinis

Terancam Diusir dari Hunian karena Tak Mampu Bayar Sewa, Pemerintah Diminta Perhatikan Rakyat

Achmad Yurianto: Kasus Virus Corona Dibulan Juni dan Juli Sudah Mulai Bisa Dikendalikan

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apple dan Google Larang Penggunaan Data GPS di Aplikasi Lacak Corona"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved