Selasa, 12 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Virus Corona

Dokumen Bocor Prediksi Pada Juni Nanti Kematian Harian Akibat Covid-19 Capai 3.000 di AS

Dokumen bocor milik pemerintah AS memprediksi, korban meninggal harian karena Covid-19 di sana bisa mencapai 3.000 orang pada Juni.

Tayang:
Editor: Glendi Manengal
NOVA
Ilustrasi virus corona. 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Kabarnya ada dokumen bocor milik pemerintah AS memprediksi, korban meninggal harian karena Covid-19 di sana bisa mencapai 3.000 orang pada Juni.

Dalam berkas itu memperlihatkan bahwa proyeksi kematian harian karena wabah bakal melebihi jumlah tertinggi AS yang mencapai 1.750 orang.

Diprediksi dari kasus per hari, dokumen bocor itu mengungkapkan AS bakal mengalami 200.000 infeksi, dibandingkan data saat ini berjumlah 25.000.

Proyek Infrastruktur di Asia Tenggara yang Didanai China Terhenti, Termasuk KA Cepat Jakarta-Bandung

Pasien Virus Corona yang Dirawat Menurun Sejak Pertengahan Bulan April di RSUD Bekasi

Dokumen itu menimbulkan pertanyaan mengenai relaksasi penerapan pembatasan sosial di sejumlah negara bagian, dilaporkan Sky News Senin (4/5/2020).

Apalagi, Presiden Donald Trump selalu menekankan upayanya dalam membuka kembali dibuka, dengan aksi protes menentang lockdown dilakukan pada akhir pekan lalu.

Sistem kesehatan mengalami kesulitan untuk menangani pasien yang terus berdatangan, dengan sejumlah kasus ada yang terpaksa dirawat di koridor rumah sakit.

Badan Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) memperingatkan, masih ada tempat yang harus menanggung kasus infeksi maupun korban meninggal.

Meski, terdapat peningkatan di beberapa lokasi seperti New York City yang merupakan episentrum Covid-19 AS, New Orleans, dan Detroit.

Sejauh ini, Negeri "Uncle Sam" mencatatkan 67.000 kematian total karena virus corona, dengan sekitar 1,2 juta orang terinfeksi.

Pekan lalu, IHME dari Universitas Washington merilis pemodelan bahwa gelombang pertama wabah akan membunuh sekitar 72.400 orang.

Seorang Perempuan Ditangkap Polisi Karena Iseng Bikin Video Joget Sambil Shalat

Pengakuan Raffi Ahmad soal Setiap Ulang Tahun Bertengkar dengan Nagita dan Tak Cemburuan

Pada Minggu (3/5/2020), Trump menyatakan bahwa angka kematian total karena patogen bernama resmi SARS-Cov-2 itu akan mencapai 100.000 orang.

"Mungkin kami akan kehilangan dari 75, 80, sampai 100.000 orang. Itu menyeramkan. Tak seharusnya kami mengalami seperti ini," kata dia.

Meski begitu, predjksi presiden 73 tahun itu masih jauh dari perkiraan dalam dokumen bocor yang dipublikasikan The New York Times.

Gedung Putih langsung menanggapi kabar tersebut, dengan menyanggah keasliannya. Jurusan Kesehatan Publik John Hopkins Bloomberg juga bersuara.

Dalam keterangannya, dokumen itu merupakan analisa primer yang dipaparkan kepada Badan Manajemen Darurat Pusat, atau FEMA.

"Laporan untuk membantu perencanaan skenario, tak bisa digunakan sebagai predikti, dengan yang dipublikasikan bukanlah versi lengkap," ucap John Hopkins Bloomberg.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved