Breaking News:

Renungan Minggu

Renungan Minggu - Sense of Crisis

Akibat kejahatan dan perlawanan umat Israel, maka meski mereka bangsa pilihan Allah, mereka tetap dihukum Allah

Facebook/Jackried Kanselir Maluenseng.
Jackried Maluenseng 

TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Akibat kejahatan dan perlawanan umat Israel, maka meski mereka bangsa pilihan Allah, mereka tetap dihukum Allah. Yerusalem kota kebanggaan mereka dibumihanguskan. Mereka dibuang dan ditawan di Babel (Babilonia).

Ini terjadi sekitar tahun 586 SM, ketika raja dan warganya telah berpaling dari Allah. Mereka dibuang selama 70 tahun. Namun ketika Kerajaan Babel dikuasai oleh Persia sekitar tahun 538, maka raja Koresy pada waktu itu digerakan Tuhan untuk memulangkan umat-Nya kembali ke Yerusalem.

Mereka pun dipulangkan dalam 3 gelombang. Gelombang pertama dipimpin oleh Zerubabel, gelombang kedua oleh Nabi Ezra dan gelombang ketiga sekitar tahun 445, dipimpin oleh Nabi Nehemia di zaman raja Artahsasta.

Nehemia adalah Juru minum raja. Dengan demikian dia orang yang dipercaya raja. Dia juga sempat menjadi bupati dan gubernur. Namun, meski seorang pejabat di kerajaan, dia sangat peduli dengan orang Israel yang masih mengalami banyak masalah ketika kembali ke Yerusalem.

Bangun Akademi Junior Sulut United, Harapan Manajemen untuk Mengembangkan Sepak Bola di Sulut

Dia sangat prihatin tentang kondisi umat sebangsanya yang sedang menderita. Nehemia selalu bertanya mencari informasi kepada sesamanya, meski dia tinggal di Istana Raja yakni di Puri Susan.

Demikian firman Tuhan hari ini.

Datanglah Hanani, salah seorang dari saudara-saudaraku dengan beberapa orang dari Yehuda. Aku menanyakan mereka tentang orang-orang Yahudi yang terluput, yang terhindar dari penawanan dan tentang Yerusalem.* (ay 2)

Nehemia merupakan figur yang sangat peduli dengan kaum sebangsanya. Dia memiliki  Sense of crisis (kepekaan terhadap masalah/krisis) yang tinggi atas pergumulan Israel. Termasuk dalam hal pembangunan tembok Yerusalem dan kota serta Bait Suci.

Dia sangat prihatin ketika mendengar cerita Hanani yang baru datang dari Yerusalem bahwa terjadi kekacauan yang mengakibatkan proses pembangunan terhenti bahkan terbengkalai dan dirusak lagi. Dia tak pernah berhenti mencari informasi tentang situasi dan kondisi negerinya.

Sense of crisis, Nehemia ini sesungguhnya dia miliki karena dia mendapatkan tugas sebagai hamba Allah (Nabi) untuk ikut bersama dengan Ezra dan para pendahulunya membangun Bait Allah dan Yerusalem, di tengah krisis yang melanda negerinya.

Dandim 1302/Minahasa Pantau Pemakaman Jenazah PDP Covid-19 di TPU Ranowangko

Halaman
12
Penulis:
Editor: David_Kusuma
Sumber: Tribun Manado
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved