Update Virus Corona Sulut
Gerakan Anti Korupsi Independen Kawal Dana Covid-19 di Sulut
Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ikut mengawal dana Covid-19
Penulis: Dewangga Ardhiananta | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) ikut mengawal dana Covid-19.
Hal ini disampaikan oleh Bendahara GAKI Sulut, Sofyan Husain SE, Kamis (30/4/2020).
"Seiring dengan gencarnya program pemerintah dalam memerangi pandemi virus corona dengan terus mensupport peralatan medis," katanya.
Ia menambahkan, dan anggaran dalam membantu progres penanganan Covid-19 di Sulut realokasi Rp 414,4 miliar untuk perangi Covid-19, menangani Covid-19 dan memperkecil dampak.
• BREAKING NEWS: Satu PDP Covid-19 Boltim Meninggal Dunia di RS Prof Kandou
"Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara merealokasikan anggaran Rp 96 miliar untuk menangani Covid-19 dan memperkecil dampak pukulan wabah itu pada perekonomian daerah," ungkapnya.
Sofyan menjelaskan, ditambah dengan anggaran dari 15 kota dan kabupaten, total dana yang siap digelontorkan mencapai Rp 414,4 miliar.
"Dana ini akan diawasi karena dana ini sangat berkemungkinan untuk dikorupsi oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," beber dia.
Terangnya, dana realokasi Pemprov Sulut sebesar Rp 96 miliar akan dibelanjakan dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, Rp 50,5 miliar akan dibelanjakan untuk penanganan kesehatan dalam bentuk penyempurnaan gedung-gedung untuk ruang isolasi dan pengadaan alat kesehatan.
• Kabid Humas Polda: Masyarakat Jangan Melakukan Penimbunan Sembako
Selanjutnya, pada tahap kedua, dana Rp 45,5 miliar dianggarkan untuk menyediakan jaring pengaman sosial.
”Anggaran tahap pertama diberikan kepada Dinas Kesehatan Sulut untuk penanganan kesehatan masyarakat, sesuai informasi dari bidang Intelijen GAKI Sulut," sebut dia.
Menurutnya, tahap kedua ke Dinas Sosial dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Sulut untuk penanganan dampak ekonomi.
• Perangi Covid-19, YNCI Bitung Bagikan Ribuan Masker dan Fasilitas Cuci Tangan
Tambah Sofyan, secara rinci, dana Rp 50,5 miliar akan dibelanjakan 8 ventilator (mesin bantu pernapasan), 14 tandu darurat, 20 bilik disinfektan, 5.000 alat pelindung diri (APD), 10.000 alat uji cepat, dan 2 ruang isolasi biologis (biological isolation chamber).
"Dana tersebut juga akan dibelanjakan tenda, alkohol, disinfektan cair, hingga vitamin C dan E. Kami Gerakan Anti Korupsi Independen Sulawesi Utara sangat care dengan penggunaan anggaran ini," ujarnya.
"Kami sudah mengantongi data dana pembelanjaan dan sementara kami analisis penggunaan anggaran apakah sesuai dengan peruntukan atau tidak," ucap Bendahara GAKI Sulut itu.
• Kakek Berusia 70 Tahun Nekat Gantung Diri Gara-gara tak Diizinkan Nikah Lagi