Profil Tokoh
Fakta Tentang Arief Budiman, Kakak dari Sang Idealis Soe Hok Gie
Arief adalah kakak kandung dari Soe Hok Gie, seorang aktivis tahun 60-an yang dikenal sangat Idealis dalam setiap tulisan-tulisannya.
Menurut Leila, di saat sakitnya, Arief tidak pernah mengeluh. Bahkan dia berusaha untuk melakukan hal-hal yang tak bisa dilakukan seperti berjalan keliling meja.
"Dokter yang merawat itu bilang, kalau ventilator diangkat Pak Arief akan berhenti napasnya. Dan kita tidak boleh dekat-dekat, hanya bisa lihat dari jauh. Tapi saat diangkat itu, baru boleh dekat. Pak Arief happy, bilangnya gak usah sedih," papar Leila.
Saat itu dia juga kaget karena Arief Budiman bisa bernapas lancar.
"Tensinya juga normal, dari 190 jadi 105, ini kan aneh. Tapi sangat happy dan ada keinginan kuat. Pak Arief akhir-akhir ini juga relijius," imbuhnya.
Leila mengatakan, pada saat dibawa ke rumah sakit, kondisi Arief sudah lemas. Padahal biasanya kaku karena penyakit parkinson yang dideritanya.
"Bilanya itu sudah stroke, karena lemas sekali," jelasnya.
Pada saat-saat terakhirnya, Arief Budiman senang menyanyikan lagu-lagu nasional seperti Indonesia Raya dan Indonesia Pusaka, bersama perawatnya yang bernama Wawan Surawan.
Wawan mengungkapkan, Arief Budiman dilarang beraktivitas berat sejak pulang dari mengajar Australia ke Salatiga.
"Itu paling jalan-jalan, kondisinya juga cukup baik. Kalau keluar pakai sopir, aktivitas hanya di rumah, keluar kota hanya ke Yogya. Untuk mengajar, sudah lama istirahat," paparnya.
Hal ini karena sakit yang diderita Arief Budiman adalah parkinson jenis kaku.
"Kakinya sebagian kaku, kaku sekali yang kiri. Nulisnya juga sudah tidak, sudah tidak mau mikir yang berat-berat. Paling kalau cerita sedikit-sedikit," ungkapnya.
Sementara Rektor Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Neil Rupidara, menilai Arief Budiman lebih dari seorang akademisi.
"Beliau mempunyai reputasi nasional dan juga sangat dihormati dan dihargai di tingkat internasional. Kajiannya tentang Indonesia, pemikiran-pemikiran beliau diterima secara luas, di dalam dan di luar negeri. Pemikiran beliau juga bisa diterima di Australia, di Melbourne University tempat beliau mengabdi setelah dari UKSW," papar Neil.
• KRONOLOGI Oknum Anggota DPRD Ngamuk karena Mobilnya Disemprot Disinfektan Tim Gerak Cepat Covid-19
• Kumpulan Ucapan Selamat Berbuka Puasa Ramadan 2020, untuk Orang Terdekat dan Status di Sosmed
• Empat Pastor Rayakan HUT Imamat ke-25 Dengan Misa Online, Ini Kisah Unik Tiga Dari Mereka
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "University of Melbourne Sampaikan Belasungkawa Atas Meninggalnya Profesor Arief Budiman" dan "Arief Budiman di Mata Sang Istri: Akademisi yang Mencari Kebenaran".
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/foto-arief-budiman-soe-hok-djin-dan-adiknya-soe-hok-gie.jpg)