Minggu, 17 Mei 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Profil Tokoh

Fakta Tentang Arief Budiman, Kakak dari Sang Idealis Soe Hok Gie

Arief adalah kakak kandung dari Soe Hok Gie, seorang aktivis tahun 60-an yang dikenal sangat Idealis dalam setiap tulisan-tulisannya.

Tayang:
Editor: Rizali Posumah
Kolase
Foto Arief Budiman (Soe Hok Djin) dan adiknya Soe Hok Gie. Arief menghembuskan nafas terakhir pada Kamis (23/4/2020) di Rumah Sakit Ken Saras, Kabupaten Semarang, sekitar pukul 12.20. 

Kakak Soe Hok Gie

Bagi generasi muda Indonesia, Arief Budiman mungkin lebih dikenal dalam hubungannya dengan Soe Hok Gie, tokoh mahasiswa yang meninggal pada1969 di Gunung Semeru, yang kemudian kisah hidupnya difilmkan dengan judul Gie.

Arief Budiman sendiri di masanya terkenal dengan berbagai aktivitas yang dilakukannya baik ketika menjadi mahasiswa Universitas Indonesia maupun ketika kemudian sosiolog dalam memberikan berbagai pendapat mengenai dunia politik dan sosial di Indonesia lewat buku-buku yang ditulisnya maupun komentarnya di media massa.

Arief Budiman dilahirkan dengan nama Soe Hok Djin pada tanggal 3 Januari 1941 di Jakarta.

Salah seorang yang mengenalnya sejak kecil adalah Dewi Anggraini, seorang penulis dan wartawan asal Indonesia yang sekarang tinggal di Melbourne.

"Waktu kecil/muda kami tinggal di kawasan yang sama. Arief selalu mengatakan kami bertetangga, tapi sebenarnya rumah kami berjarak kira-kira 500 meter. Ibu kami saling kenal." kata Dewi kepada wartawan ABC Indonesia, pada Kamis (23/4/2020).

"Waktu itu Arief tidak suka berbicara dengan perempuan muda, jadi kami jarang sekali mengobrol, cuma saling menyapa saja," kata Dewi lagi.

Dewi Anggraini yang pernah menjadi koresponden majalah Tempo di Australia tersebut kemudian bertemu lagi dengan Arief Budiman dan keluarganya ketika mereka tinggal di Melbourne.

"Pertama ketemu di Australia waktu ada konferensi-konferensi di Melbourne dan Monash, kalau tidak salah.

Lalu waktu dia diangkat menjadi professor di Melbourne Uni, mulai mengambil posisinya pada 1997 kami sering ketemu, dengan Leila (istrinya) juga tentunya," kata Dewi lagi.

Apa yang dikenang Dewi soal Arief Budiman dari sisi keilmuwanan?

"Tidak mudah memasukkan Arief Budiman dalam kotak, sisi, atau kategori. Dia melihat suatu situasi dengan intelek dan intuisinya"

"Arief adalah seorang intelektual yang paling tidak menonjolkan diri, dan tidak memandang rendah orang lain, meskipun mereka berbeda pandangan."'

"Orang yang segera teringat yang dapat saya bandingkan dengannya ialah Herbert Feith (ilmuwan Australia yang banyak melakukan penelitian mengenai Indonesia)." kata Dewi Anggraini.

Dalam dunia pergerakan mahasiswa Arief dikenal sebagai bagian dari Gerakan 66 yang menentang pemerintahan Soekarno pada 1960-an.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved