Update Virus Corona Sulut
Covid-19 Pukul UMKM Sulut, Omzet Cakalang Fufu Manado Turun dari Rp 30 Juta Jadi Rp 500 Ribu
Kalangan pelaku UMKM di Sulut pun tak luput dari dampak Covid-19. Pendapatan mereka jatuh ke titik nadir, nyaris melorot 100 persen.
Penulis: Fernando_Lumowa | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, MANADO - Pandemi Corona Virus Desease (Covid-19) memukul perekonomian global.
Kalangan pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Sulut pun tak luput. Pendapatan mereka jatuh ke titik nadir, nyaris melorot 100 persen.
Servie Kilis, pemilik usaha Cafuma (Cakalang Fufu Manado) yang memiliki produk ikan Cakalang fufu (asap) bilang, Pandemi Covid-19 membuat ia tak bisa jualan.
"Dampaknya luar biasa. Saya biasa sekali produksi bisa dapat Rp 20-30 juta. Sekarang, Rp 500 ribu. Syukur bisa Rp 1 juta," kata Servie kepada Tribun Manado, Jumat (17/04/2020).
• Mencicipi Rujak di Kios Rujak Vena yang Terkenal se-Langowan
Untuk sementara, produksi Cakalang fufu di dua pabrik, Desa Leilem, Minahasa dan Sario, Manado dihentikan.
"Sekarang masih ada stok yang lama tinggal dihabiskan. Mau produksi bagaimana, tidak ada permintaan. Padahal bahan baku banyak," katanya.
Imbasnya, ia terpaksa merumahkan sementara dua pekerjanya. Kini tinggal seorang yang dipekerjakan untuk produksi Cafuma.
• Wanita Cantik Manado Ini Jadi Ujung Tombak Humas Pimpinan Daerah, Setia Berikan Informasi
"Yang satu orang ini pun gajinya saya pending dan dia bisa menerima kondisi ini," ujarnya.
Ia cerita, pendapatan mulai seret sejak akhir Februari 2020 ketika tak ada lagi permintaan dari Amerika Serikat (AS)
Biasanya, Servie mengirim sedikitnya 50 pieces Cafuma ke California. "Karena Corona, barang dari luar tak bisa masuk, apalagi makanan," katanya.
Ia bersyukur, stok yang ada masih bisa terjual meskipun tak banyak. Ada permintaan dari warga Kawanua di Jakarta.
"Mereka sudah langganan, jadi pesan meskipun tak banyak. Mereka pesan karena tak boleh ke mana-mana," ujar pria berkacamata ini.
• Di-PHK, Raldo Bingung Hidupi Diri, Total 1.182 Pekerja di Bolmong Dirumahkan
Ia bilang untuk sementara vakum produksi Cafuma yang dikenal tahan lama hingga dua tahun. Servie bilang, ia akan produksi bilang ada permintaan.
"Tapi kondisi begini mana ada permintaan, hotel restoran, rumah makan tutup," katanya.
Dalam kondisi normal, dalam sekali produksi, Servie bisa menghasilkan 200 pieces Cafuma. Setiap Minggu biasanya dua kali produksi.
"Semoga wabah ini cepat berlalu," kata pelaku UMKM yang sarat penghargaan dari pemerintah dan lintas instansi ini.(ndo)
• TERBARU: Pasien Sembuh Covid-19 Berjumlah 607 Orang, Meninggal 520, Total 5.923 Kasus di Indonesia