Update Virus Corona Sulut
Di-PHK, Raldo Bingung Hidupi Diri, Total 1.182 Pekerja di Bolmong Dirumahkan
Hampir sebulan lamanya, Raldo Wuwung, berada di rumahnya di Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong)
Penulis: Arthur_Rompis | Editor: David_Kusuma
TRIBUNMANADO.CO.ID, LOLAK - Hampir sebulan lamanya, Raldo Wuwung, berada di rumahnya di Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).
Guru salah satu sekolah swasta bonafid di kabupaten Minahasa ini kena PHK sejak awal Maret lalu.
Sekolah itu meliburkan siswanya sampai batas waktu yang belum ditentukan untuk menghindari penularan wabah Covid-19.
"Kepada kami dikatakan pulang dulu ke rumah, nanti tunggu panggilan. Gaji tak dapat. Saya tahu itu PHK," kata dia.
Berada di rumah, Raldo berusaha menyibukkan diri. Ia membuat masker dari baju bekas dan
dibagikan pada teman-temannya.
• Wanita Cantik Manado Ini Jadi Ujung Tombak Humas Pimpinan Daerah, Setia Berikan Informasi
"Masker itu masih jelek jadi belum saya jual, masih kasih gratis," kata dia.
Kadang ia ke kebun. Membantu ibunya merawat tanaman jeruk dan pisang.
"Saya kini masih bingung bagaimana mau cari uang, susah cari kerja di zaman corona ini, mau berkebun juga hasilnya tak instan, mau berusaha tak ada modal," kata dia.
Wabah Covid-19 mulai berdampak pada sektor ketenagakerjaan di Kabupaten Bolmong.
• UPDATE: Ada 5.923 Kasus Covid-19 di Indonesia, Bertambah 407 Kasus, 520 Orang Meninggal
Sebanyak 1.182 pekerja dirumahkan akibat laba perusahaan menurun.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bolmong Ramlah Mokodongan membeber, para pekerja yang dirumahkan berasal dari sejumlah perusahaan besar di Bolmong seperti JRBM dan PT Conch.
"Meski dirumahkan perusahaan tetap membayar gaji mereka meski tidak penuh," kata dia.
Ungkap Ramlah, rata-rata gaji karyawan yang dirumahkan di Bolmong berkisar Rp 1 hingga Rp 1,5 juta.
Aturan yang dibuat kementerian keuangan menyebut, karyawan yang dirumahkan tetap digaji minimal Rp 1 juta.
• Kader PDIP Minahasa Tanggap Darurat Covid-19, Lakukan Pembagian Sembako
Menurut Ramlah, sejauh ini, belum ada tenaga kerja yang di PHK di Bolmong. Kepada seluruh perusahaan, Ramlah mewanti-wanti agar sebisanya tidak mem-PHK karyawannya.
"Kami sudah surati perusahaan untuk tidak memberhentikan karyawan mereka," ujar dia.(art)