Breaking News
Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Kominfo: 474 Isu Hoaks Seliweran Selama Wabah Corona

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut menggelar patroli siber memantau pemberitaan bohong atau hoaks

Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
Tribunnews/Irwan Rismawan
Menteri Kominfo Johnny G Plate 

TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA  - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) turut menggelar patroli siber memantau pemberitaan bohong atau hoaks selama wabah virus corona. Menkominfo Johnny G Plate mengungkapkan ada 474 isu hoaks mengenai wabah corona yang ditemukan melalui patroli siber. Jumlah itu merujuk pada data hari Rabu (8/4).

Ribuan Orang Tinggalkan Wuhan: Ini Update Covid di Dunia

"Kami menemukan melalui Cyber Drone Kominfo begitu banyaknya disinformasi dan hoaks yang telah beredar di masyarakat. Hingga pagi ini ada 474 isu hoaks secara kumulatif dan tersebar di lebih dari seribu sebaran di platform digital," ujar Johnny di Kantor BNPB, Jakarta.

Total sebaran terkait isu hoaks tersebut berjumlah 1.125 konten dengan rincian di Facebook sebanyak 785 konten, Instagram sebanyak 10 konten, Twitter sebanyak 324 konten dan YouTube sebanyak enam konten. Sekitar 359 sebaran hoaks telah ditindaklanjuti.

"Dan yang sudah ditindaklanjuti oleh platform-platform global adalah sebanyak 359, diantaranya 303 oleh YouTube, 3 Instagram, dan 53 oleh Facebook, dan yang terakhir oleh Youtube sampai saat ini kami masih mengusahakannya," ujar Johnny.

Politikus partai Nasdem ini mengatakan Kominfo pihaknya telah berkomunikasi dengan patform digital berbasis global untuk menangkal hoaks saat wabah ini. "Dapat kami sampaikan, langkah-langkah pertama yang kami lakukan di saat saat keadaan darurat kesehatan seperti ini, adalah berkomunikasi dengan platform digital Global. Di antaranya dengan Facebook, dengan Twitter, Instagram dan YouTube," ujar Johnny.

Rupiah Tertekan Kematian Akibat Covid-19: Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp 6,8 Triliun

Johnny G Plate juga mengatakan saat ini pihaknya telah meluncurkan aplikasi bernama Peduli-Lindungi. Aplikasi ini memiliki kemampuan memantau pergerakan pasien corona yang telah dinyatakan positif, maupun yang ODP dan PDP. Hingga pasien positif corona yang berkategori orang tanpa gejala (OTG).

"Sehingga kelihatan yang mana dan kemana saja pergerakan virus melalui data-data dari para pasien atau yang sudah terdaftar di dalam sistem," ujar Johnny.

Johnny meminta masyarakat untuk mengunduh dan menginstal aplikasi ini untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona. Aplikasi ini akan memberikan informasi secara real time keberadaan orang yang terjangkiti corona. Sehingga masyarakat bisa menghindari, sehingga tidak tertular.

"Dengan demikian masyarakat akan diberikan informasi, real time secara langsung. Bahwa disekitar mereka dalam jarak dua sampai lima meter berpotensi adanya virus, karena adanya carier virus di sekitar mereka. Oleh karena itu mereka bisa segera menghindar darinya," jelas Johnny. Aplikasi ini telah tersedia di Play Store untuk pengguna Android. Sementara bagi pengguna Iphone, Johnny mengatakan pihaknya sedang berkomunikasi dengan Apple agar aplikasi ini bisa digunakan di perangkat IOS. 

Lebih jauh Sekjen Partai Nasdem ini juga mengajak masyarakat menggunakan ruang digital secara cerdas di tengah wabah covid-19. Johnny mengingatkan, masyarakat tidak memproduksi dan menyebarkan berita hoaks atau berita bohong baik di media sosial ataupun media lainnya yang berbasis digital.

"Tindakan tersebut akan memiliki konsekuensi hukum. Kemudian kami telah mencatat lebih dari 1.000 hoaks terkait Covid-19 tersebar di platform digital," ucap Johnny.

Ia menegaskan, agar masyarakat menggunakan fasilitas di dalam ruang digital secara cerdas pada momentum krisis pandemi covid-19 ini. Johhny juga menyebutkan, menyikapi situasi ini banyak konten hoaks di platform digital terkait covid-19 pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pelaku platform digital, baik yang berkantor pusat di Amerika Serikat dan Indonesia, seperti Facebook, Twitter, Instagram dan Youtube.

VAP-E2L-GSVL-ODSK Kompak Lawan Corona

“Kami meminta agar segera melakukan proses take down atau blokir terhadap hoaks, dan disinformasi yang berada di platform mereka masing-masing,” kata Johnny.

Ia juga mengatakan, sebanyak 1.125 sebaran hoaks telah teridentifikasi, antara lain di Facebook sebanyak 785, Twitter 324, Instagram 10 dan Youtube 6. Sejumlah isu hoaks telah ditindaklanjuti oleh pelaku platform digital tersebut.

"Tindakan memproduksi dan menyebarkan hoaks memiliki konsekuensi hukum, termasuk pelanggaran hukum pidana dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik," ujar Johhny.

Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved