Ribuan Orang Tinggalkan Wuhan: Ini Update Covid di Dunia
Status penutupan wilayah (lock down) Kota Wuhan, China, resmi berakhir pada Rabu ( 8/4), diikuti pulihnya kehidupan sehari-hari 11 juta jiwa
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, WUHAN - Status penutupan wilayah (lock down) Kota Wuhan, China, resmi berakhir pada Rabu ( 8/4), diikuti pulihnya kehidupan sehari-hari 11 juta jiwa warga Ibu Kota Provinsi Hubei tersebut. Sejumlah media di China mempublikasikan foto-foto suka cita warga Wuhan, khususnya kalangan anak-anak.
• VAP-E2L-GSVL-ODSK Kompak Lawan Corona
Pada Rabu dini hari petugas keamanan membuka blokade yang dipasang sejak 23 Januari 2020 lalu. Namun warga yang antre di pintu masuk mal harus melewati pengukuran suhu tubuh oleh petugas keamanan. "Saya akan gunakan kesempatan ini untuk berjalan-jalan sebebasnya," kata Hou, warga Wuhan. Hingga Selasa (7/4) malam di Wuhan masih menyisakan 181 pasien positif Covid-19.
Selain itu ribuan warga dilaporkan meninggalkan Wuhan ke berbagai tempat di China. Kereta api dan penerbangan dibuka kembali, kecuali ke dan dari Kota Beijing. Sebagian orang yang meninggalkan Wuhan yaitu warga kota lain yang terjebak di kota itu selama masa lock down.
Untuk bepergian, orang masih perlu mem-flash kode QR yang sangat penting di ponsel mereka. Jika hijau, mereka dinilai sehat atau berisiko rendah, sehingga dapat meninggalkan kota.
Perusahaan kereta api di Wuhan mengatakan setidaknya 55.000 orang penumpang meninggalkan Wuhan pada Rabu (8/4). Sebagian besar menuju wilayah Delta Sungai Mutiara, di Cina selatan.
Managemen perusahaan kerata api itu menyatakan akan melakukan pememriksaan ketat terhadap para penumpang, menggunakan desinfeksi, dan tindakan kesehatan lainnya di seluruh stasiun dan kereta.
Sedangkan 54 penerbangan yang terdaftar di Wuhan menerbangkan sekira 10.000 penumpang yang meninggalkan Wuhan ke 15 tujuan berbeda.
Para ahli kesehatan China mendesak masyarakat untuk terus berhati-hati karena masih ada kasus Covid-19 yang berasal dari luar negara itu. Zeng Guang, Kepala Ahli Epidemiologi Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit China, mengatakan epidemi di Tiongkok masih jauh dari selesai.
• Kabupaten-Kota di Sulut Perketat Perbatasan
"China tidak bebas sepenuhnya, namun memasuki tahap baru. Epidemi global masih berkobar, sehingga China belum mencapai titik akhir," katanya.
Infeksi global yang terus meningkat, semakin banyak kasus telah diimpor ke China. Kebanyakan dari mereka adalah pelajar dan pekerja Tiongkok yang ingin pulang kampong. Hingga Selasa, 698 kasus virus corona yang diimpor telah dilaporkan oleh pihak berwenang China.
Di China, hanya pasien yang menunjukkan gejala dan hasil positif dalam uji nukleat yang dimasukkan dalam penghitungan resmi kasus yang dikonfirmasi. Pasien tanpa gejala yang telah dites positif dipantau dan ditempatkan di bawah karantina sampai timbul gejala atau berubah negatif pada tes selanjutnya.
Di tengah meningkatnya kekhawatiran publik, China mulai mengumumkan sejumlah pembawa asimptomatik (tanpa gejala). Sejak itu, lusinan pembawa asimptomatik baru telah ditemukan di Wuhan setiap hari. Ada 673 orang saat ini sedang dalam pengawasan medis.
"Meskipun untuk saat ini, tampaknya infeksi dari kasus tanpa gejala relatif rendah, mereka masih menular dan kita harus waspada," Yang Jiong, seorang ahli pernapasan di Rumah Sakit Zhongnan Universitas Wuhan. (cnn/scm/feb)
• Anang Hermansyah: Seniman juga Dirumahkan
Total Cases New Cases Total Deaths New Deaths Total Recovered
1) USA 406,585 +6,250 13,087 +246 21,993
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/china-cabut-status-lockdown-kota-wuhanpetugas-medisdisajikan-pertunjukancahaya.jpg)