Rupiah Tertekan Kematian Akibat Covid-19: Pemerintah Terbitkan Surat Utang Rp 6,8 Triliun
Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (8/4) sore melemah dipicu kembalinya pasar
Penulis: Tim Tribun Manado | Editor: Lodie_Tombeg
TRIBUNMANADO.CO.ID, JAKARTA - Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Rabu (8/4) sore melemah dipicu kembalinya pasar ke aset safe haven. Rupiah Rabu sore ditutup melemah 50 poin atau 0,31 persen menjadi Rp 16.250 per dolar AS dari sebelumnya Rp 16.200 per dolar AS.
• VAP-E2L-GSVL-ODSK Kompak Lawan Corona
"Sentimen negatif kembali masuk ke pasar keuangan setelah data tingkat kematian akibat virus di AS dan Eropa menunjukkan kenaikan tajam. Pasar kembali masuk ke safe haven seperti dolar AS," kata Kepala Riset Monex Investindo Futures, di Jakarta, Rabu.
New York dan Inggris mengumumkan angka kematian harian tertinggi mereka dalam semalam, meskipun jumlah kasus dilaporkan menurun di awal minggu. Gubernur New York Andrew Cuomo melaporkan 5.489 kematian di negara bagian itu semalam. Sementara di Inggris, jumlah kematian meningkat menjadi hampir 5.400 orang.
Di tempat lain di Eropa, korban harian Spanyol akibat COVID-19 naik untuk pertama kalinya dalam lima hari terakhir. Pasar juga memantau perkembangan kondisi Perdana Menmteri (PM) Inggris Boris Johnson.
"Pasar mencerna berita Perdana Menteri Boris Johnson dalam perawatan intensif dan kondisinya stabil," kata Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi. Dari domestik, pemerintah menerbitkan surat utang global dengan mata uang asing senilai 4,3 miliar dolar AS dan tenor terpanjang 50 tahun atau setara Rp 68,6 triliun (kurs Rp 16.000 per dolar AS).
Ini adalah penerbitan surat utang dalam dolar AS terbesar dalam sejarah RI. Indonesia juga menjadi negara pertama yang menerbitkan "sovereign bond" sejak pandemic Covid-19 terjadi.
Sedangkan Bank Indonesia terus melakukan strategi bauran agar bisa memberikan solusi terhadap perekonomian yang saat ini terus melambat akibat pandemi COVID-19. "Pasar memandang apa yang dilakukan oleh pemerintah dan Bank Indonesia di saat terhimpit pandemi Covid-19 cukup positif dan ini akan menambah kepercayaan modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," ujar Ibrahim.
Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi Rp 16.180 per dolar AS. Sepanjang hari, rupiah bergerak di kisaran Rp 16.180 per dolar AS hingga Rp 16.313 per dolar AS. Sedang kurs tengah Bank Indonesia pada Rabu menunjukkan, rupiah menguat menjadi Rp 16.245 per dolar AS dibanding sehari sebelumnya di posisi Rp 16.410 per dolar AS.
• Kabupaten-Kota di Sulut Perketat Perbatasan
Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan penerbitan global bond atau surat utang global total nominal 4,3 miliar dolar AS akan memperkuat posisi cadangan devisa nasional yang saat ini mencapai 121 miliar dolar AS. “Sekarang jumlah cadangan devisa kita relatif stabil,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam rapat secara virtual dengan Komisi XI DPR, di Jakarta, Rabu.
Turun 9,4 dolar AS
Perry mengungkapkan cadangan devisa sempat menurun 9,4 miliar dolar AS dari 130,4 miliar dolar AS pada akhir Februari 2020 menjadi 121 miliar dolar AS pada akhir Maret 2020. Penurunan itu disebabkan digunakan untuk pembayaran utang pemerintah yang jatuh tempo pada Maret 2020, sebesar 2 miliar dolar AS dan 7 miliar dolar AS digunakan untuk memasok valas di pasar keuangan.
BI memasok valas karena saat itu para investor global mengalami kepanikan dengan melepas saham dan obligasi dalam waktu bersamaan dan itu terjadi di seluruh dunia karena dampak Covid-19. “BI kemudian cenderung menjadi pemasok sendiri karena saat itu extraordinary,” imbuhnya.
Menurut Perry, cadangan devisa 121 miliar dolar AS cukup untuk pembayatan impor selama tujuh bulan, pembayaran utang pemerintah, dan upaya stabilisasi rupiah. Dengan adanya tambahan cadangan devisa dari penerbitan surat utang berdenominasi dolar AS itu, akan mendorong nilai tukar rupiah menguat dan stabil pada akhir tahun, diperkirakan mencapai Rp 15 ribu per dolar AS, disamping upaya stabilisasi rupiah.
• Anang Hermansyah: Seniman juga Dirumahkan
Ia yakin aliran modal asing yang masuk ke Indonesia akan semakin meningkat seiring dengan berbagai prediksi yang menyebutkan pandemi Covid-19 akan berakhir pada triwulan keempat 2020 . (tribunnetwork/yan)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/rupiah1123.jpg)