Breaking News
Rabu, 8 April 2026
Sulawesi Utara
Menuju Sulut Maju, Sejahtera dan Berkelanjutan

Update Virus Corona Dunia

Donald Trump Salahkan WHO Gara-gara Pernah Beri Memo ke Amerika

Cukup tidak mengejutkan mengetahui WHO mendapat kecaman dari Donald Trump seperti ini, seperti diketahui Amerika telah lama bermusuhan dengan China.

Editor: Aldi Ponge
Istimewa
Presiden AS Donald Trump Umumkan Darurat Nasional Virus Corona 

TRIBUNMANADO.CO.ID - Virus corona sampai membuat negara adidaya Amerika Serikat pun hampir lumpuh karena Covid-19.

Di Amerika, total kasus mencapai 402.471 termasuk kematian 12.914 pada Rabu (8/4/2020).

Bahkan jumlah kematian mencarai 2.000 dalam sehari.

Hari ini bertepatan juga dengan diangkatnya status lockdown kota Wuhan, China.

Kini, melansir Guardian, Donald Trump telah mengkritik WHO atas apa yang ia sebut 'condong ke China'.

Presiden Amerika Serikat tersebut menyebut badan kesehatan dunia terlalu condong ke China dan sudah bias dalam mengatasi pandemi Covid-19.

Cukup tidak mengejutkan mengetahui WHO mendapat kecaman dari Donald Trump seperti ini, seperti diketahui Amerika telah lama bermusuhan dengan China.

Saat Wuhan telah melakukan aktivitas normal, Trump menyebut WHO telah "salah dalam banyak hal".

Tidak hanya itu, ia juga mengancam untuk menahan pendanaan WHO.

Saat ditanya apakah hal tersebut merupakan ide bagus saat pandemi ini, Trump menampik ia pernah mengatakannya, dan kemudian ia mengatakan ia akan "melihat ide tersebut".

"Kami akan menginvestigasinya, dan meninjaunya.

Tapi kami akan melihat bagaimana ide mengakhiri pendanaan WHO, karena kalian tahu, mereka selalu salah, dan bahkan jika kalian lihat beberapa tahun ke belakang, semua tampak sangat bias kepada China. Itu tidak benar."

Trump telah sering menanyakan berapa jumlah kasus infeksi yang dilaporkan China, mengatakan minggu lalu mereka "sudah mulai di sisi yang mujur".

Tidak lupa, Trump menyebut wabah ini sebagai virus China, yang membuat pihak Beijing marah.

Selasa kemarin merupakan hari di mana jumlah kenaikan pasien meninggal paling tinggi dan mencapai 731 kefatalan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved