Update Virus Corona Dunia
Diserang Wabah Virus Corona, Inggris Berubah Drastis Hanya Dalam Sebulan, Kini Lakukan Lockdown
Satu bulan yang lalu, penduduk Inggris masih menjalani hari-harinya seperti biasa. Anak-anak masih dapat pergi ke sekolah
Pada 14 Maret dan 15 Maret menjadi akhir pekan yang relatif normal.
Akan tetapi, tidak ada lagi yang menonton sepak bola meskipun masih dapat pergi ke pub.
Pembersih tangan sudah tidak ditemukan di rak-rak supermarket.
Orang-orang mulai saling memberi tahu dan berlatih melakukan social distancing jika saling bertemu di jalan.
Penduduk juga mulai bertanya-tanya, apakah Inggris akan melakukan lockdown seperti Italia, Perancis, dan Spanyol.
Mereka mulai mendiskusikan langkah pemerintah, baik secara langsung maupun secara online dengan keluarga maupun kelompok temannya.
Pada hari Senin (16/3/2020), Perdana Menteri akhirnya menyarankan agar orang-orang menghindari bepergian yang tidak penting, seperti pub dan klub, serta untuk bekerja di rumah.
Mulai keesokan harinya, pemerintah mengadakan konferensi pers harian terkait wabah virus corona ini.
Namun demikian, sejumlah restoran atau pun kafe masih tetap buka meskipun hanya beberapa pelanggan yang datang.
Oleh karena itu, pada Jumat (20/3/2020), Perdana Menteri memerintahkan seluruh tempat tersebut untuk tutup.
Lockdown diberlakukan
Pada Senin (23/3/2020) pukul 20.30 waktu setempat, Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan sebuah kebijakan yang baru pernah dialami penduduk Inggris.
Orang-orang hanya diperbolehkan meninggalkan rumah untuk olahraga satu kali sehari, berangkat dan pulang kerja ketika benar-benar terpaksa, dan berbelanja untuk kebutuhan dasar.
Semua orang wajib menjaga jarak 2 meter dengan orang lain.
Tidak ada yang diperbolehkan untuk berkumpul dalam kelompok dengan anggota lebih dari 2 orang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lockdown-di-inggris-48585.jpg)