Update Virus Corona Dunia
Diserang Wabah Virus Corona, Inggris Berubah Drastis Hanya Dalam Sebulan, Kini Lakukan Lockdown
Satu bulan yang lalu, penduduk Inggris masih menjalani hari-harinya seperti biasa. Anak-anak masih dapat pergi ke sekolah
Pada 1 Maret 2020, virus telah menjangkiti empat penjuru wilayah, dari kota Inggris, Irlandia Utara, Skotlandia, hingga Wales.
Dua hari kemudian, Perdana Menteri Boris Johnson meluncurkan rencana aksi virus corona dari pemerintah.
Wabah tersebut pun dinyatakan sebagai "insiden tingkat empat".
Perdana Menteri memperingatkan bahwa kemungkinan sekolah harus ditutup dan pertemuan-pertemuan skala besar akan dibatasi.
Keesokan harinya, seorang wanita di usia 70-an yang diketahui memiliki riwayat penyakit menjadi orang pertama yang meninggal di Inggris setelah dinyatakan positif terjangkit virus corona.
Setelah itu, pembersih tangan atau hand sanitizer pun dilaporkan habis terjual di supermarket.
Kasus terus meningkat
Setiap hari, jumlah kasus yang dilaporkan merangkak naik, mulai dari 115 kasus pada 5 Maret, 206 kasus pada 7 Maret, dan 273 kasus pada 8 Maret.
Pada 11 Maret 2020, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan wabah virus corona sebagai pandemi.
Para penduduk yang berencana untuk bepergian keluar Inggris pun mulai mempertimbangkan kembali.
Keesokan harinya, komite ahli ilmiah Sage dari pemerintah memperlihatkan model revisi kemungkinan kematian yang bisa terjadi.
Melansir BBC, jika tidak ada yang dilakukan, diproyeksikan dapat terjadi 510.000 kematian.
Dalam sebuah konferensi pers, Perdana Menteri mengimbau siapa pun yang menunjukkan gejala batuk terus menerus atau demam agar mengisolasi diri.
"Lebih banyak keluarga akan kehilangan orang yang dicintai sebelum waktunya," kata Boris.
Perubahan terlihat nyata
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/manado/foto/bank/originals/lockdown-di-inggris-48585.jpg)